Jokowi Nyapres Demokrat Tidak Gentar

melani

Melani Leimena Suharli

ELIT Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli menegaskan bahwa pihaknya tidak ada ketakutan sedikitpun terhadap majunya Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab, hiruk-pikuk dukungan terhadap Jokowi selama ini diyakini hanya ada di kota-kota besar. “Kalau takut mending enggak usah ada pemilu presiden lagi ya,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Melani di DPR RI, Senin, (17/3).

Untuk itu, Melani melanjutkan bahwa seluruh jajaran di Partai Demokrat harus semakin meningkatkan perjuangan untuk meraih simpati masyarakat luas. Sebab, hanya dengan cara itu Partai Demokrat yakin akan kembali mendapat dukunga penuh dari para pemilik suara pada pemilu nanti. “Tapi semua tetap harus konsolidasi berjuang untuk itu,” lanjut Melani.

Melani juga menegaskan bahwa Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat merupakan wujud dari keyakinan pihaknya untuk tetap maju memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk memimpin negeri ini. Terkait hasil lembaga survey, Melani sendiri tidak menampik dukungan yang selama ini dipublikasikan pada beberapa media, termasuk jejaring sosial. “Tapi kita enggak bisa ‘ya sudahlah’, kalau kita sudah pesimis kan enggak usah mengajukan capres,” tuturnya.

Yang terpenting, sambung Melani, pihaknya masih terus berusaha untuk mencapai target perolehan suara pemilu legislatif sebesar 15 persen terlebih dahulu. Sebab, jika hal tersebut tercapai, Melani yakin sekali akan terbuka lebar partainya kembali memenangkan pemilihan presiden pada pemilu 2014 ini. “Karena kita enggak tahu hasil pileg ini. Jadi kita targetnya 15 persen dulu sampai dapat ya, ini kan harus optimis juga,” sambung Melani.

Terpisah, Juru Bicara Partai Golkar, Ruhut Sitompul menegaskan bahwa pihaknya tidak gentar sedikitpun dengan penetapan Jokowi sebagai presiden dari Patai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Yakin 100 persen kami akan mampu menang di pemilu ini,” kata Ruhut kepada Jurnal Nasional saat dihubungi, Jumat, (14/3).

Keyakinan tersebut, lanjut Ruhut, tidak lepas dari elektabilitas sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang masih jauh diatas Jokowi. Menurut Ruhut, meskipun SBY tidak lagi bisa dicalonkan sebagai presiden, setidaknya keberadaan yang bersangkutan di Partai Demokrat akan memberikan sumbangsih dukungan suara pada pemilu 2014 ini. “SBY kan poolingnya masih lebih ditinggi dari Jokowi,” lanjut Ruhut.

Tidak hanya itu, Ruhut juga mempertanyakan prestasi Jokowi selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurut dia tidak ada tinta emas yang telah ditorehkan Jokowi bagi rakyat Jakarta sejak pertama kali dilantik hingga saat ini. “Apa prestasiJokowi? tidak ada kan, baru jadi gubernur saja kacau jakarta berbagai macam persoalan, ada  busway berkarat, penggusuran, banjir, macet dimana-mana. Ya masih banyak lagi lah,” ucap Ruhut.

Begitu pula saat ditanya mengenai peluang Jokowi menjadi presiden di republik ini. Dengan tegas Ruhut mengaku bahwa faktor elektabilitas SBY tadi akan sangat berpengaruh pada pilihan rakyat terhadap calon pemimpin negara ini. “Siapa yang keluar dari ucapan SBY, itulah presidennya,” tegas Ruhut.

Ruhut juga mengaku mengungkapkan dugaan tertentu atas penetapan Jokowi sebelum pemilu legislatif. Pria berjulukan si poltak ini tidak bisa menampik dugaan upaya meraih simpati publik untuk memperoleh kursi di parlemen sebanyak-banyaknya dari partai politik pengusung Jokowi itu sendiri. “Ini hanya menjelang pemilu legislatif saja. Ini hanya ngasih beruang madu supaya pasang badan dia. Kalau mau deklarasi kan harus ketua umum dong…,” jelas Ruhut.   (cr7).

Comments

comments