Ketua MPR Yakin Pemilu 2014 Lebih Baik

Sidarto Danusubroto

Sidarto Danusubroto

KETUA MPR RI, Sidarto Danusubroto meyakini rangkaian proses pemilu 2014 akan terselenggara dengan kualitas demokrasi yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan dengan dasar beberapa kali pemilu pasca orde baru yang telah mampu dilewati oleh bangsa ini. “Dengan begitu pantas kita berharap dan yakin Pemilu 2014 juga dapat dilaksanakan dengan kualitas demokrasi yang lebih baik lagi,” kata Sidarto di kantornya, Kamis, (20/3).

Bahkan dalam kesempatan itu Sidarto yakin bahwa proses demokrasi yang dilaksanakan oleh bangsa ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negaranya. Sehingga, tidak ada kata selain memberikan dukungan bulat atas terselenggaranya prose pemilu itu sendiri dengan baik.

“Tentu, demokrasi yang dimaksud bukanlah demokrasi yang hanya untuk kepentingan pertumbuhan demokrasi semata, tetapi sekali lagi saya sampaikan, yakni demokrasi yang benar-benar lahir dan bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, dari semua untuk semua,” lanjut Sidarto.

Dalam kesempatan itu Sidarto juga mengatakan bahwa para pemimpin lembaga negara ini mempunyai harapan yang sama. Yaitu pemilu yang akan dilaksanakan (baik Pileg maupun Pilpres) tentunya adalah Pemilu sebagaimana yang dikehendaki Pasal 22E UUD 1945, yakni Pemilu yang demokratis, dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil.

Kepada wartawan Sidarto juga mengatakan bahwa pemilu rakyat mendapat kesempatan untuk menentukan sendiri pilihannya, menentukan siapa wakil rakyatnya yang akan duduk di lembaga legislatif, dan menentukan siapa pemimpin nasionalnya untuk 5 (lima) tahun ke depan. “Partisipasi rakyat yang diharapkan adalah partisipasi yang didasarkan pada kesadaran, bukan karena mobilisasi, apalagi karena adanya politik uang,” tegas Sidarto.

“Kita semua tentu berharap dan berupaya agar tahapan-tahapan Pemilu 2014 dapat dilaksanakan dengan baik, dalam arti, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga pada saatnya nanti, baik anggota legislatif maupun Presiden/Wakil Presiden dapat terpilih tepat waktu sesuai dengan agenda ketatanegaraan yang telah kita sepakati,” sambung Sidarto.

Setidakya ada 3 pihak, ucap Sidarto, yang berkepentingan untuk menentukan keberhasilan pemilu mendatang, yaitu: penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat. Penyelenggara Pemilu, lanjut Sidarto, diharapkan bisa bekerja secara maksimal, bersih dan amanah. Sementara peserta pemilu harus melakukan pendidikan politik rakyat, dan masyarakat berpartisipasi dalam menyalurkan suaranya pada pemungutan suara.

Terpisah, KSAD, Jenderal TNI Budiman menagatakan bahwa saat ini mayoritas rakyat Indonesia sudah memahami bagaimana menjadikan pemilu sebagai pesta demokrasi yang aman dan damai. Kalau pun ada suasana riuh menjelang pesta demokrasi tersebut, hal itu hanya terjadi pada tingkatan elit peserta pemilu semata.

“Bila Atase melihat pemberitaan yang riuh, itu hanya terjadi pada level tokoh yang berkompetisi saja. Rakyat sudah mempunyai pemahaman bagaimana berpolitik yang baik,” kata Budiman saat melaksanakan sesi tanya jawab dengan sejumlah Atase pertahanan negara-negara sahabat di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Rabu, (26/2).

Apalagi, lanjut Budimian, saat ini kondisi psikologis masyarakat Indonesia dalam keadaan tenang, terutama dalam menghadapi seluruh rangkaian pemilu itu sendiri. Sehingga, dukungan sikap damai yang bisa ditunjukkan seluruh peserta sangatlah diharapkan guna mewujudkan pemilu yang aman dan damai. “Masyarakat dalam keadaan tenang dan mengerti apa yang harus dilakukan. Situasi masyarakat dalam keadaan oke dan baik,” lanjut Budiman.   (cr7)

Comments

comments