Nyapres, FPI Nilai Jokowi Tidak Konsisten

fpr

Front Pembela Islam

FRONT Pembela Islam (FPI) menilai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tidak konsiten dengan janji yang pernah disampaikan saat kampanye pemilihan gubernur beberapa waktu lalu. Tidak konsistennya Jokowi tersebut disebabkan yang bersangkutan dilinai akan segera meninggalkan kursi jabatan sebelum habis waktunya. “Kita tuntut dia untuk menepati janjinya melaksakan tugas hingga akhir jabatan,” kata Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI DKI Jakarta, Novel Bamu’min kepada wartawan saat dihubungi, Rabu, (13/3).

Dalam kesempatan itu Novel juga mengatakan bahwa, jika Jokowi tetap menjalankan keinginannya maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Novel menegaskan bahwa mantan walikota Solo itu telah menodai perasaan umat Islam yang pernah memilihnya saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. “Jika itu dipaksakan, artinya Jokowi telah melukai hati umat Islam karena telah melanggar janji, yakni janji menjalankan tuags sampai selesai,” tegas Novel.

Untuk menghindari kekecewaan umat Islam, lanjut Novel, pihaknya mendesak Jokowi agar tidak terburu nafsu mengejar harapan lain selain sebelum menyelesaikan tanggung jawab sebagai gubernur DKI Jakarta sampai selesai. “Kita minta jokowi tidak tinggal kan kursi gubernur,” sambung Novel.

Kalaupun, Jokowi tetap maju sebagai calon presiden dari PDIP pada pemilu 2014, Novel berharap segera dibuat revisi atas undang-udang pemerintahan daerah. Dimana dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa wakil gubernur secara otomatis diangkat menjadi gubernur jika yang bersangkutan berhalangan tetap atau mengundurkan diri. “Untuk Jokowi, kami minta dibuatkan undang-undang yang baru, yang mana wakil gubernur tidak otomatis naik menjadi gubernur,” jelas Novel.

Penolakan terhadap Jokowi yang ingin menjadi presiden memang terus berdatangan. Bahkan sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DKI Jakarta, Pardi telah mendesak agar Jokowi tidak meninggalkan kursinya saat ini demi hasrat politik semata. “Jokowi harus serius menyelesaikan masa jabatannya. Tidak usah dulu memikirkan untuk menjadi presiden,” kata Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Pardi di salah satu lokasi banjir, Jakarta, Selasa, (14/1).

Dalam kesempatan itu Pardi juga mengatakan bahwa seharusnya seorang kepala daerah bekerja sesuai dengan tugas pokok. Bukan justeru dengan bertindak seolah-oleh bekerja, namun tidak ada hasilnya sama sekali. Kunjungan Jokowi ke beberapa tempat yang biasa dikenal dengan sebutan blusukan, terbukti tidak membuahkan hasil sama sekali. Jakarta tetap kebanjiran. “Selama ini blusukan kemana-mana enggak ada manfaatnya, kalau masih ada dua orang warga Jakarta yang meninggal sebagai dampak banjir,” lanjut Pardi.

Jokowi juga didesak Pardi untuk segera membahas penggunaan anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk penanggulangan dampak dari banjir itu sendiri. Jokowi juga didesak tidak hanya menunggu bantuan dari berbagai pihak bagi para korban banjir. “Penanganan banjir itu tidak bisa hanya dengan menunggu sumbangan dari donatur. Duduklah bersama DPRD DKI Jakarta, bahas apa yang prioritas dilakukan,” ujar Pardi.   (cr7)

Comments

comments