Survei: Elektabilitas Priyo Diatas Ical

puskahpdem

Puskaphdem Unnes

 

HASIL survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Pancasila, Hukum dan Demokrasi (Puskaphdem) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyebutkan bahwa elektabilitas Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso berada diatas Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical). Survei itu sendiri dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 28 Maret 2014. “Priyo Budi Santoso berada pada urutan teratas diantara kader golkar lainnya, termasuk Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie,”kata  Direktur Eksekutif Puskaphdem UNNES, Arif Hidayat di Jakarta, Senin, (31/3).

Meski hanya berada diatas posisi Ical dalam beberapa persen saja, namun Priyo dinilai lebih lihat dalam memanfaatkan berbagai momentum untuk menarik simpati publik bangsa ini. Pertemuan Priyo dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Jalal beberapa waktu lalu dinilai sebagai salah satu alat pendongkrak elektabilitas Priyo belakangan ini. “Dia cukup jeli termasuk saat menerima Risma dan Dino Patti Djalal di DPR RI berberapa waktu lalu,” lanjut Arif.

Kalahnya elektabilitas Ical beberapa hari menjelang Pemilu 2014 ini, dinilai Arif tidak lepas dari aspek kegagalan yang bersangkutan mengendalikan diri. Peredaran video Ical bersama dua artis cantik di Maladewa dinilai sebagai salah satu penyebab semakin terjerembabnya elektabilitas Ical di republik ini. “Eksentrik lagi adalah persoalan video dan foto ical. Pastinya citra ARB terkait Zalianty cukup negatif terhadap elektabilitas ARB. Dalam hal ini yang dapat pulung adalag Priyo Budi Santoso, Jusuf Kalla dan Akbar Tanjung,” tegas Arif.

Tidak hanya itu, ketegasan Pemerintah Pusat yang memerintahkan penyelesaian kasus luapan Lumpur Lapindo di Jawa Timur oleh kelompok usaha Bakrie juga dinilai sebagai penyebab terpuruknya simpati publik terhada Ical. Sebab hingga saat ini Ical masih memiliki tanggung jawab terhadap para korban luapan lumpur Lapindo yang belum mendapatkan hak-haknya. “Juga termasuk keputusan pemerintah terhadap kasus Lapindo. Memori publik bahwa ARB mempunyai hutang terhadap Lapindo,” jelas Arif.

Bahkan, gerakan penolakan terhadap pencalonan Ical sebagai presiden republik ini pada pemilu 2014 oleh kelompok senior partainya juga dinilai semakin memperburuk dukungan masyarakat terhadap dia. Untuk itu Ical diminta untuk segera mengevaluasi kondisi politik terakhir terutama yang menyangkut kepentingan besar partai senior itu di republik ini. “Elektabilitas capres golkar alami ujian internal partai. Di Golkar ada faksionalisasi. ARB jeblok disebabkan banyak faktor termasuk senior yang menginginkan evaluasi pencapresannya,” urai Arif.

“Elektabilitas elit di Partai Golkar terjadi perubahan besar. Jarak angka elektabilitas diantara elit Beringin itupun sangat tipis yakni satu hingga dua persen. Priyo Budi Santoso 18,44 persen, M Jusuf Kalla 17,33 persen, ARB 16,42 persen, Akbar Tanjung 11,74 persen, Agung Laksono 3,94 persen, Ade Komarudin 1,1 persen,” ucap Arif.   (cr7)

Comments

comments