Kinerja FPD DPR RI Dinilai Sangat Buruk

logo fpd

Fraksi Partai Demokrat DPR RI

KINERJA Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI tahun 2012 dinilai sangat buruk. Dari 9 fraksi yang ada di DPR RI, FPD hanya menempati posisi ke 5 dibanding dengan yang lainnya. “Dari hasil rapor kinerja DPR ini semoga masyarakat dapat memilih bukan karena pencitraan, tapi karena siapa dia,” kata Direktur Eksekutif Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang di Jakarta, Kamis, (3/4).

Dengan diluncurkannya informasi tersebut ke publik, Salang berharap calon pemilih pada pemilu 2014 ini mampu menyikapinya dengan baik dan seksama. Sehingga anggota parlemen periode 2014-2019 bisa diperoleh legislator-legislator yang benar-benar mau dan mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat banyak. “Kami sebenarnya cukup was was dengan hasil yang kami keluarkan,” lanjut Salang.

Salang sendiri menampik tudingan hasil survei yang dilakukannya itu merupakan pesan partai politik tertentu. Menurut dia, dari hasil keseluruhan survei tersebut membuktikan bahwa kinerja DPR RI periode kali ini memang tidak seperti yang diharapkan. “Yakinlah bahwa kami melakukan ini secara independen,” ujar Salang.

Dalam kesempatan itu Salang memaparkan penilaian kinerja masing-masing fraksi yang ada di DPR RI. Berikut hasil lengkap survei tersebut. Fraksi Golkar 5,75 (cukup), Fraksi PKB 5 (buruk), Fraksi PPP 3,59 (sangat buruk), Fraksi Gerindra 3,4 (sangat buruk), Fraksi PD 3,28 (sangat buruk), Fraksi PDIP 3,09 (sangat buruk), Fraksi PAN 2,94 (sangat buruk), Fraksi PKS 3,1 (sangat buruk), Fraksi Hanura 2,93 (sangat buruk).

Penilain tersebut, menurut Salang, didasarkan pada ukuran bahwa nilai kurang dari 4 (sangat buruk); 4-54 (buruk); 5,55-6,99 (cukup); 7-8,49 (baik); dan di atas 8,5 sangat baik. Untuk memperkuat hasil survei tersebut, Salang mengatakan pihaknya telah mengumpulkan dokumen kerja dari 519 Anggota DPR RI. Salang juga mengatakan bahwa sebanyak 300 risalah rapat dari setiap komisi serta daftar hadir 635 rapat komisi telah berhasil dikumpulkannya. Salang juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memintai pendapat dari sejumlah pakar untuk memberikan penilaian atas hasil survei itu sendiri. Pengolahan data sendiri dilakukan degan metode kualitatif, kata Salang.

Bahkan untuk urusan harta benda, menurut Salang, belum seluruh anggota dewan itu mau melaporkannya ke Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meskipun, Salang tidak menampik jumlahnya masih jauh lebih kecil dibanding dengan yang sudah melaporkannya ke KPK. “88 Persen anggota DPR telah melaporkan harta kekayaan mereka ke KPK. Mungkin KPK yang mengejar meminta mereka,” ujar Salang.

Demikian pula terkait aktifitas anggota dewan itu dalam menyikapi setiap rapat yang dihadiri. Ternyata tidak setiap anggota berperan aktif melontarkan pemikiran ataupun ide-ide positif dalam perdebatan-perdebatan yang terjadi. “Hanya 10 anggota dewan yang aktif berbicara di setiap rapat komisi. 78,4 persen anggota tingkat keaktifan berbicara dalam rapat di bawah kategori cukup baik. Berdasarkan rapor ini, tergambarkan variasi kualitas anggota DPR. Rata-rata kumulatif, sebagian besar anggota DPR nilai rapornya sangat buruk,” katanya. (cr7)

Comments

comments