Oposisi, Demokrat Sangat Diperhitungkan

arbi sanit

Arbi Sanit

JIKA Partai Demokrat memutuskan untuk menjadi Oposisi pada pemerintahan mendatang, maka langkah itu akan menjadikannya sebagai pihak yang sangat diperhitungkan. Sebab, pengalaman memimpin negara selama 10 tahun telah menjadikan partai itu mempunyai pengalaman besar. “Dia akan dipakai sebagai ukuran tentang apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan berikutnya. Karena dia kan bisa belajar dari keberhasilan selama ini,” kata Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit kepada reportaserepublik saat dihubungi, Senin, (5/5).

Apalagi, lanjut Arbi, selama memimpin negara dalam waktu 10 tahun, Demokrtat telah menorehkan berbagai bentuk keberhasilan dalam berbagai bidang. Keberhasilan demi keberhasilan itu tentunya sudah dirasakan oleh rakyat selama ini. “Ekonomi kita naik, perdagangan juga naik. Belum lagi beberapa program yang sudah dirasakan oleh rakyat kecil, tentu itu kan dibandingkan rakyat,” lanjut Arbi.

Keberadaan Demokrat dalam posisi oposisi, sambung Arbi, tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pemerintahan berikutnya, termasuk jika Jokowi yang memimpin. Sebab, hingga saat ini publik belum juga melihat arah kebijakan yang diambil oleh kader PDIP itu. “Kalau nanti Jokowi dipaksa Megawati untuk melaksanakan program yang berbeda dari saat ini, tentu akan langsung dinilai tepat atau tidak oleh oposisi. Nah, tentunya itu menyangkut kepentingan rakyat banyak. Oposisilah yang akan menyampaikannya, pemerintah tidak bisa sebelah mata,” tegas Arbi.

Apalagi, sambung Arbi, bila pemerintahan mendatang tidak mau mengajak partai politik lain untuk bersama-sama membangun negara ini. Tentunya cara seperti itu akan menjadi batu sandungan pemerintahan berikut terutama di parlemen. “Tergantung koalisinya, seberapa besar di parlemen. Sampai seberapa jauh stabil atau tidaknya,” sambung Arbi.

Seharusnya, jelas Arbi, siapapun pihak yang menjadi pemerintahan berikutnya mengikuti langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam membangun koalisi. Jumlah partai politik yang dirangkul dalam koalisi SBY, dinilai Arbi, sebagai jumlah yang tepat. Sehingga, untuk urusan parlemen, pemerintahan SBY relatif lebih aman. “Harusnya seperti SBY berkoalisi diatas 60 presen di DPR. Kalau hanya 3 partai seperti yang mungkin akan dilakukan Jokowi, itu dia konyol,” jelas Arbi.

Arbi juga sangat yakin, langkah PDIP yang memutuskan berkoalisi dengan sedikit partai politik akan menjadikan mereka berada pada posisi terancam. “Kalau hanya tiga partai itu tidak stabil pemerintahannya. Akan digoyang terus,” kata Arbi.

Terpisah, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menegaskan pihaknya siap untuk menjadi oposisi pada pemerintahan mendatang. “Kalau kami kalah ya oposisi,” tegas Pohan di Jakarta, Minggu, (5/5).

Dengan sikap tersebut, Pohan juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan meminta-minta kursi jabatan pada pemerintahan mendatang pada pihak manapun. “Kami tidak mengejar kekuasaan, tidak merengek-rengek,” ucap Pohan.

Comments

comments