SBY Dinilai Sabar Hadapi Konsekuensi Berdemokrasi

Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar

PRESIDEN RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai telah bersikap sangat arif dalam menghadapi berbagai konsekuensi dalam menjalankan nilai-nilai demokrasi di tanah air ini. Jika tidak sabar, dikhawatirkan berbagai benturan yang berujung pada pertumpahan darah bisa terjadi di republik ini. “Terkait demokrasi, Pak SBY telah memimpin negara ini dengan sabar,” kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhamimin Iskandar di sela-sela acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) sejumlah Kiai di Jakarta, Selasa, (3/6).

Tanpa kesabaran yang diterapkan SBY, Muhaimin yakin Indonesia akan mengalami nasib serupa dengan beberapa negara asing di dunia ini. Seperti diketahui, beberapa negara yang ingin menerapkan prinsip demokrasi justeru mengalami pertumpahan darah. Pertumpahan darah itu terjadi akibat pemimpin negara tersebut tidak mampu bersikap sabat dalam menghadapi berbagai bentuk terpaan politik di negaranya. “Pak SBY punya kelebihan, dengan penuh kesabaran menghadapi dan menjalani demokrasi di negara ini,” lanjut Muhaimin.

Untuk itu, Muhaimin menyambung kalimatnya, negara ini masih memerlukan seorang pemimpin yang mampu meniru sikap sabar SBY dalam menghadapi berbagai macam persoalan. Dan sosok itu menurut Muhaimin ada pada diri Joko Widodo yang dalam pilpres 2014 ini berpasangan dengan Jusuf Kalla. “Dan untuk kedepannya negara kita memerlukan yang bisa sabar seperti Pak SBY, ya itu adalah Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla,” sambung Muhaimin.

Dipilihnya elemen Kiai dalam silaturahmi dengan pasangan calon presiden itu, kata Muhaimin, didasarkan pada jasa para pemuka agama itu kepada PKB yang tidak mungkin dilupakan begitu saja. Kata Muhaimin, para Kiai tersebut telah berjuang mati-matian dalam meningkatkan perolehan suara partainya pada pemilihan legislatif 2014 ini. “Para Kiai inilah yang telah berjuang memenangkan suara PKB sehingga mendapatkan peningkatan 100 persen,” ujar Muhaimin.

Sementara itu Ketua DPP PKB, Marwan Ja’far mengatakan bahwa pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla merupakan kandidat yang memiliki kedekatan sanga tinggi dengan kalangan NU. “Ini perpaduan yang luar biasa. Yang satu dari struktur NU dan yang satunya lagi dan kultur NU. Jika dipadukan maka perpaduan ini merupakan perpaduan kemenangan di pemilihan presiden mendatang,” kata Marwan.

Dalam kesempatan itu Marwan juga mengatakan bahwa pihaknya membantah berbagai isu yang telah memojokkan pasangan tersebut dalam berbagai kampanye hitam. Menurut Marwan, Joko Widodo adalah umat Islam sejak lahir, bahkan kedua orang tua yang bersangkutan juga memeluk islam sudah sejak lama. “Kedua orang tua Pak Joko Widodo adalam muslim. Bahkan Pak Joko Widodo telah sekitar 6-7 kali melaksanakan umroh,” kata Marwan.   (cr7).

Comments

comments