Lahan Pertanian Jawa Perlu Perhatian Serius

Panen Padi

Lahan Pertanian Pulau Jawa Perlu Perbaikan

LAHAN pertanin di Pulau Jawa dinilai sudah sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah. Jika dibiarkan dengan kondisi seperti sekarang, maka tingkat produktifitasnya akan semakin menurun dari waktu ke waktu. “Memang lahan yang di Jawa ini perlu perhatian,” Peneliti Utama Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementerian Pertanian, Irsal Las saat dihubungi, Senin, (22/9).

Tidak tanggung-tanggu, dari hasil penelitian yang dilakukannya, lanjut Irsal, hampir lebih dari separuh lahan pertanian di Pulau Jawa sudah pada kondisi yang tidak normal lagi. Sehingga, langkah-langkah kongrit yang bersifat jangka pendek sudah harus dilakukan jika hasil produksi ingi tetap baik. “Ya sekitar 50 sampai 60 persen lahannya harus diberi perhatian khusus,” lanjut Irsal.

Tindakan jangka pendek yang harus dilakukan terhadap lahan pertanian tersebut, jelas Irsal, adalah dengan memberikan pupuk lebih banyak dari kondisi normal. Tentunya, petani harus menanggung akibat melonjaknya biaya produksi dengan penambangan jumlah pupuk tersebut. “Ya jumlah pupuknya harus ditambah,” jelas Irsal.

Tidak hanya itu, Irsal juga menyarankan digunakannya pupuk organik terhadap lahan pertanian di Pulau Jawa tersebut. Sebab, dengan digunakannya pupuk organik, tingkat kesehatan lahan tadi diharapkan akan kembali pulih. Meskipun untuk mencapai kondisi pulih sediakala memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar. “Pupuk berimbang juga harus diberikan. Seperti menggunakan pupuk organik ataupun kandang,” saran Irsal.

Hal lain yang juga harus dilakukan terhadap lahan yang sudah berkurang kesehatannya itu, Irsal menyarankan peningkatan cara pengolahan. Menurut Irsal, lahan pertanian itu harus juga diolah pada lapisan lebih dalam. “Traktor yang sekarang digunakan oleh petani kita hanya mencapai sekitar lapisan 20 centimeter. Itu harus ditraktor hingga kedalaman lebih, setiap tiga musim sekali sekitar 30 centimeter harus juga diolah agar kesuburannya lebih baik,” kata Irsal.

Menurunnya kodisi kesehatan lahan pertanian di Pulau Jawa itu, sambung Irsal, tidak lepas dari akibat gerakan swasembada pangan yang telah dilakukan oleh pemeritahan orde baru sebelumnya. Pada masa itu memang berbagai upaya dilakukan agar lahan pertanian mampu digunakan untuk bercocok tanam dalam jumlah yang jauh lebih sering. “Kan dulu memang lahan pertanian di Pulau Jawa di genjot supaya produksinya meningkat,” sambung Irsal.

Kondisi berbeda ternyata terjadi terhadap lahan pertanian di luar Pulau Jawa. Baik di Sumater, Kalimantan, Sulawesi, apalagi Papua, tanah-tanah di wilayah itu masih jauh lebih sehat. Dengan kondisi itu mungkin bisa difikirkan untuk lebih mengintensifkan pertanian bangsa ini di pulau-pulau tadi, meski harus juga dipersiapkan sarana transportasinya.

Comments

comments