Pariwisata Bali Tidak Otomatis Untungkan Masyarakat Lokal

tianyar

Pariwisata Bali Belum Menguntungkan Masyarakat Lokal.

DAMPAK ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata di Provinsi Bali dinilai tidak langsung dinikmati oleh masyarakat setempat. Sebab, pemilik usaha sektor pariwisata seperti hotel dan dan lainnya lebih banyak dari luar daerah, bahkan luar negeri. “Dampak postifnya sektor pariwisata di Bali seperti ekonomi, tidak langsung diterima oleh masyarakat di Bali sendiri. Sebab usaha-usaha seperti hotel dan sejenisnya dimiliki oleh pusat bahkan asing. Jadi duit yang dihasilkan tidak langsung bisa dinikmati masyarakat setempat,” kata Anggota DPD RI asal Provinsi Bali,  Gede Pasek Suardika saat dihubungi, Jumat, (28/11).

Kedepannya, lanjut Pasek, pihaknya akan berupaya agar perimbangan pendapatan dari sektor pariwisata bisa lebih adil bagi masyarakat. Sebagi contoh, Suardika mengatakan, sektor telekomunikasi seluler yang ada di provinsi itu 65 persen sahamnya milik asing. “Kalau begitu, kan sudah pasti yang paling diuntungkan dari industi pariwisata Bali ini adalah asing, jangankan daerah pusat saja belum tentu,” tegas Suardika.

Jika sektor pertanian lebih dikembangkan pemerintah, baik pusat maupun daerah, tentunya akan jauh berbeda posisinya. Sebab, dalam sektor pertanian ujar Suardika, setiap rupiah hasil transaksinya akan langsung diterima masyarakat. Sehingga peningkatan kesejahteraan mereka akan lebih terasa dan terbukti. “Kalau pertanian yang dikembangkan, uangnya langsung diterima oleh masyarakat. Dan kalau pariwisata hanya bagian-bagian kecil atau ” pinggiran” saja yang bisa dinikmati masyarakat. Seperti pengrajin souvenir saja,” tegas Suardika.   (cr7).

Comments

comments