Pemerintah Perkuat Pembenih Kentang

Benih Kentang

Posisi Pembenih Ketang Diperkuat Pemerintah

PEMERINTAH sedang dan terus memperkuat posisi kelompok masyarakat yang menekuni bidang pembenihan ketang. Dengan cara itu diharapkan benih kentang yang sangat dibutuhkan petani bisa tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat. “Pemerintah membantu petani kentang terutama dalam memperkuat petani penangkar benih kentang,” kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim dalam komunikasi elektronik, Jumat, (28/11).

Dijelaskan Hasanuddin bahwa dalam melakukan pembenihan kentang ada serangkaian proses yang harus dilalui. Proses yang menggunakan sarana laboratorium merupakan tahapan yang tidak bisa dihindarkan begitu saja. “Memproduksi benih dimulai dari kultur jaringan di laboratorium, lalu dipindah ke screen A yang steril, setelah itu digandakan di screen B dengan ukuran lebih besar baru kemudian pindah ke screen C dan di pertanaman terbuka yaitu jenis benih G-4 atau benih sebar. Pembuatan benih kentang mulai dari tanam, panen umbi, penyimpanan di gudang untuk hasilkan tunas (sprout) perlu 6 bulan,” jelas Hasanuddin.

Kesulitan mendapatkan benih kentang yang dialami, menurut Hasanuddin, terjadi lantaran mekanisme memesan belum menjadi budaya pada petani kita. Sebab, produses benih hanya memproduksi benih sesuai pesanan dari petani itu sendiri. Jadi kecenderungannya pasar tidak menyediakan benih, yang biasa dikenal dengan sebutan ready stock. “Kesulitan benih kentang biasanya dialami petani yang belum terbiasa memesan benih kentang. Hal ini karena benih kentang diperbanyak melalui vegetatif berupa umbi yang hanya bertahan di gudang selama 6 bulan. Jadi pemerintah selalu harus mensosisalisasikan ke petani untuk pesan benih 6 bukan sebelum tanam (indent), jadi gak tersedia seperti benih-benih tanaman lainnya yang selalu tersedia kapanpun,” ujar Hasanuddin.   (cr7).

Comments

comments