Kementan Harus Punya Data Sendiri

Penyuluh Pertanian

Data Pertanian Harus Akurat

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) dinilai perlu mempunyai data terkait pembangunan yang dilakukan. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan kegagalan yang dialami kementerian tersebut pada periode sebelumnya.

“Belajar dari kegagalan kementerian pertanian pada periode sebelumnya, sudah seharusnya kementerian pertanian mempunyai data sendiri yang bisa digunakan sebagai pembanding atas data yang disajikan  oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam saat dihubungi, Jumat, (23/1).

Multazam mencontohkan gagalnya kementan periode lalu dalam mewujudkan swasembada daging sapi. Menurut dia, data yang disajikan BPS kepada kementerian tersebut tidak bisa dibuktikan validitasnya di lapangan. Sehingga apa yang dilakukan oleh kementerian tidak sesuai dengan harapan.

“Harus ada perubahan pola yang mendasar. Dalam kaitannya dengan data harus dilakukan penyesuaian data yang firm. Sehingga awalnya ini harus diawali dengan data yang firm. Misalnya berapa ton jumlah gabah hasil panen, berapa jumlah pengadaan daging lokal, ini harus jelas. Dari data itu bisa ditentukan program kegiatan yang pasti,” lanjut Multazam.

“Kemarinkan ada audit sapi periode 2012-2013, ternyata hasilnya memang berbeda dengan BPS. Yang pada akhirnya kita stop impor sapi, karena sapi kita secara data sudah cukup. Tetapi ternyata sapi-sapi itu milik petani kecil yang tidak dilepas ke pasar ketika masyarakat membutuhkan daging sapi. Sapi-sapi itu ternyata hanya untuk dipelihara oleh masyarakat,” jelas Multazam.   {007}.

Comments

comments