TNI AD Dukung Petani Tingkatkan Produksi

Gatot Nurmantyo

KSAD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (foto: Dispenad)

KEPALA Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pihaknya siap untuk mendukung petani agar mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Kesiapan tersebut merupakan wujud keselarasan TNI AD dalam mendukung program pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. “Seperti yang sudah diintruksikan presiden bahwa tiga tahun ke depan Indonesia bisa Swasembada Pangan, saya melihat petani Jatim khususnya Bojonegoro sangat berpotensi mewujudkan target tersebut,” kata Gatot pada panen raya di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dalam siaran pers yang diterima, Kamis, (22/1).

Dalam kesempatan itu Gatot juga mengatakan bahwa selama ini TNI AD khususnya jajaran Kodam V/Brawijaya telah menjalin kerjasama dengan petani. Kedepannya diharapkan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan sehingga persoalan proses tanam padi, buah, dan jenis tanaman lainnya bisa terus terpantau. “Jajaran Kodam V/Brawijaya konsisten membantu petani baik saat tertimpa musibah seperti banjir atau saat musim panen, termasuk memperbaiki tanggul,” jelas Gatot.

Senada dengan KSAD, Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Eko Wiratmoko mengaku siap membantu petani untuk mengembangkan pengelolaan lahannya, sehingga bisa maksimal dalam panennya. “Jajaran Kodam siap membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan, kapan saja dan dimana saja siap membantu,” tegas Pangdam.

Dalam kesempatan itu Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan bahwa keberhasilan panen padi tahun ini, berkat kerjasama antara Pemerintah Daerah, Provinsi, Masyarakat dan TNI-Polri. “Bersama TNI-Polri dan masyarakat, kita berhasil menjaga Tanggul Bengawan Solo yang ada di sekitar Kecamatan Kanor tahun ini, selain dijaga kita bisa perbaiki sehingga tidak jebol seperti tahun lalu,” kata Suyoto.

Menurutnya, tahun ini Bojonegoro bisa mengasilkan 886 ribu ton beras, bahkan bukan tidak mungkin bisa mencapai harapan pemerintah provinsi, yang menargetkan sekitar 900 ribu sampai satu juta ton beras. “Kami bisa mencapai hasil panen sampai satu juta ton asal tanggul aman, kebutuhan air cukup dan harga pupuk terjangkau maka kami yakin bisa,” ujarnya.   {007}.

Comments

comments