Pemerintah-Intelektual Dinilai Kurang Nyambung

E Herman Khaeron

PROGRAM Kerja yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam bidang pangan dinilai kurang berhubungan kemampuan kelompok intelektual di negara ini. Padahal, jika pemerintah mengikutsertakan intelektual dalam membangun bangsa, tentunya hasil akan jauh lebih maksimal. “Antara yang dilakukan intelektual akademisi kurang link dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, E Herman Khaeron saat dihubungi, Senin, (16/2).

Menurut Herman, sangat banyak hal-hal bermanfaat yang sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dari intelektual bagi negeri ini. Inovasi-inovasi yang dimiliki intelektual benar-benar berguna bagi pembangunan, khsusunya sektor pangan bangsa ini. “Inovasi-inovasi yang dimiliki intelektual akademisi itu sangat berguna pada sektor tersebut. Kalau ini dipergunakan dengan baik tentu apa yang ingin diwujudkan seperti swasembada pangan akan lebih mudah terwujud,” lanjut Herman.

Herman juga menghimbau agar pemerintah lebih memberi kesempatan pada proses penelitian dan pedidikan untuk lebih maju dan berkembang di negara ini. Sebab, dengan proses tersebut hal-hal bermanfaat baru akan terus diperoleh oleh republik ini. “Konsepnya harus ada kemitraan, harus ada pengembangan litbang, pendidikan,” ujar Herman.

Herman juga mengatakan bahwa nilai-nilai idealisme dalam mewujudkan swasembada pangan di republik ini relatif lebih lengkap pada diri intelektual akademis. Sehingga, Herman berharap pemerintah semakin memberi ruang lebih luas kepada intelektual akademis. “Nilai idealisme yang bisa ditambahkan masih bayak. Yang sekang ini sejalan dengan konsepsi perguruan tinggi,” sambung Herman.   {007}

Comments

comments