Budaya Golkar, Pemenang Rangkul yang Kalah

Idrus Marham

Idrus Marham (sidomi.com).

SEKJEN Partai Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham menghimbau seluruh seniornya untuk menyadari ancaman kehancuran internal yang sudah tampak di depan mata. “Saya kira kami imbau kepada teman-teman senior di Ancol, supaya kita kembali ke langkah menjaga citra Partai Golkar dan proteksi jangan sampai cara-cara yang digunakan mendegradasi ketokohan kita dan merusak Golkar,” kata Idrus di Lantai 12 Gedung Nusantara 1, Komplek Parlemen, Senayan, Senin, (30/3).

Langkah kongkrit yang dapat ditempuh semua pihak termasuk para senior partainya, lanjut Idrus adalah dengan menunggu putusan pengadilan. Sebab, negara yang berdasarkan hukum tentu harus memperhatikan aspek legal sebuah kebijakan. “Sebagai keluarga Partai Golkar, kita tunggu proses pengadilan dan sama-sama siapapun yang memenangkan Parta Golkar akan merangkul yang kalah. Itu sikap Partai Golkar,” lanjut Idrus.

Kepedulian para seniornya untuk menunggu putusan pengadilan tersebut, sambung Idrus, dinilainya sejalan dengan kasus sejenis yang telah bergulir sebelumnya. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menurut Idrus, merupakan contoh kongkrit yang harus disikapi oleh para seniornya di partai. “PPP seperti itu di DPR. Bahkan PTUN sudah dimenangkan oleh Djan Faridz. Golkar juga dalam proses hukum. Karena itu kita hormat pada pimpinan DPR yang konsisten,” sambung Idrus.

Hingga detik ini, Idrus masih menilai Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly tidak bisa dijadikan dasar untuk melakukan kebijakan bagi partainya. “Prematur, dalam arti dipermsalahkan substansinya dan tidak bisa serta merta dijadikan dasar perubahan. Dan ini masih proses, kita ikuti jalan ini,” kata Idrus.   {007}.

Comments

comments