Ada Anggota DPR yang Hambat Pelarangan Miras

Arsul Sani

Arsul Sani.

ANGGOTA Komisi III DPR RI, Arsul Sani mengatakan bahwa dalam proses pengajuan draft Rancangan Undang Undang (RUU) pihaknya telah mendapat berbagai bentuk hambatan dari banyak pihak. Salah satunya adalah anggota DPR RI itu sendiri.

“Dalam pembicataan informal dengan fraksi yang berbasi nasionalis, undang-undang ini akan mengalami proses pembahasan yang cukup seru. Ada anggota yang bilang ini jangan larangan peredarah minuman alkohol dong. Itu sudah tidak ada lagi ruang bagi peredaran,” kata Arsul di kantornya, Selasa, (28/4).

Menurut anggota yang menghambat tersebut, lanjut Arsul, kata pelarangan selayaknya diganti dengan istilah petanaan. Sebab, dengan kata penataan tentu masih terbuka peluang bagi miras diperjualbelikan kepada masyarakat. “Tapi pakai kata pengaturan atau pembatasan,” lanjut Arsul.

Sayangnya, mendengar harapan dari anggota dewan tersebut Asrul mengakui bahwa pihakya bersiap untuk membuka diri. Menurut Arsul, pihaknya siap untuk berdiskusi asalkan jangan sampai RUU tersebut justeru menjadi alat legalisasi keberadaan miras di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan forum ini memberi masukan awal bagi Baleg bagaimana seharusnya undang-undang ini kuat materinya penguatan yang diperlukan, agar undang-undang ini tidak memberi legitimasi pada industri minuman alkohol, RUU minol sedang harmoniasasi di baleg. Proses akan diselesaikan masa persidangan ke 4,” ujar Arsul.   {007}.

Comments

comments