CBA: Anggaran KAA Rp 181,3 M

????????????????????????????

Diorama Konfrerensi Asia Afrika.

DIREKTUR Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan bahwa Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terlihat bermurah hati bagi proyek-proyek yang bersifat pencitraan. Tudingan itu dilayangkan Uchok berdasarkan besarnya anggaran yang disediakan bagi kegiatan Konfrensi Asia Afrika (KAA) di Bandung.

“Kemudian, alokasi anggaran acara KAA Bandung, bukan hanya mahal. Tapi, dasar perhitungan juga tidak rasional,masa  untuk sebuah acara seremonial, bisa menghabiskan sebesar Rp.181.3 milyar. Ini menandakan bahwa Pemerintah.atau presiden Jokowi itu, bila untuk kegiatan seremonial, paling gampang atau bermurah hati memberikan anggaran bermilyar milyar. Katanya demi, gengsi dan citra pada pentas internasional,” kata Uchok dalam siaran pers yang diterima, Jumat, (17/4).

Anggaran sebesar itu pun, lanjut Uchok, masih terkesan tidak transparan dalam hal penggunaanya. Seharusnya dana yang bersumber dari uang rakyat bisa diketahui publik setiap rupiahnya. “Anggaran yang sudah disiapkan untuk konferensi Asia afrika, dan sudah kelihatan ke publik, baru sebesar Rp.171.354.516.000. Bila ditambah anggaran sebesar Rp.10 milyar untuk pemkot bandung, maka total yg diketahui oleh publik baru sebesar Rp.181.354.516.000. Artinya, presiden Jokowi belum menerapkan transparansi anggaran untuk  penyelenggaraan KAA ini. Masih banyak, alokasi yang disembunyikan dari mata publik,” lanjut Uchok.

Dalam kesempatan itu Uchok juga meragukan kegiatan KAA yang menghabiskan uang rakyat ratusan milyar itu mampu mengangkat citra Indonesia di mata dunia. Sebab, kasus eksekusi mati dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi sudah membuktikan bahwa pemerintah negara ini diduga tidak dianggap oleh yang bersangkutan. “Tapi, meragukan bila hanya penyelenggarakan acara seremonial seperti KAA ini, bisa mengangkat gengsi dan citra negara kita. Lihat saja kasus TKI, Tetap saja, dua TKI dibunuh tanpa pemberitahuan kepada kementerian luar negeri atau presiden Jokowi. Ini menandakan Indonesia sedang tidak dihargai,” tegas Uchok.

“Tapi sayang banget iya,alokasi anggaran sebesar Rp.171.3 milyar yang berasal dari setneg, dan kementerian luar negeri diolah atau diperuntukan jasa PCO (professional Conference Organizer). Sedangkan yang diolah Bapak Ridwan Kamil hanya sedikit saja, sebesar Rp.10 milyar. Padahal, Ridwan kamil yang punya wilayah. Sudah dapat sedikit, pencairan tertunda tunda lagi. Memang dari dulu itu, pemerintah pusat itu, tidak pernah menghargai pemerintah daerah,” sambung Uchok.   {007}.

Comments

comments