Dubes di Saudi Harus Bisa Bahasa Arab

Kedutaan Indonesia di Arab Saudi

Kedutaan Besar Indonesia

KOORINATOR Aliansi TKI Menggugat, Yusri Albima mengatakan bahwa syarat utama seseorang bisa menjadi Duta Besar Indonesia di Arab Saudi haruslah cakap berbahasa negara itu sendiri. Sebab yang terjadi selama ini pemerintah kerap mengirimkan duta besar tanpa kemampuan tersebut. “Yang dikirim jago bahasa inggris sementara korespendisi berbahasa Arab,” kata Yusri dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu, (18/4).

Tanpa kemampuan bahasa Arab, Yusri menegaskan bahwa sang dubes tidak akan mampu menjalankan tugas dengan baik. Sebab, belajar dari pengalaman selama ini persoalan utama yang dihadapi kedutaan besar Indonesia di Arab Saudi adalah seputar tenaga kerja.

Yusri Albima

Yusri Albima.

Kasus hukuman mati terhadap TKI yang relatif banyak dihadapi hingga saat ini, menurut Yusri, sangat menuntu kemampuan berbahasa Arab dari sang duta besar. Karena untuk melakukan diplomasi dengan keluarga korba, akan lebih maksimal hasilnya dengan menggunakan bahasa Arab. “Padahal dengan berbahasa Arab lebih baik dari mereka, mereka akan tunduk. Diplomasi kita yang dibutuhkan di negara timur tengah adalah yang mammpu berbahsa Arab. Bukan bahasa Inggris,” tegas Yusri yang pernah bekerja di timur tengah sekitar 10 tahun itu.

Selama ini Yusri menilai pemerintah Indonesia kerap mengirimkan duta besar maupun staf keduataan tidak disesuaikan dengan kondisi setempat. Akibatnya tugas-tugas yang seharusnya mereka lakukan, tidak bisa berjalan dengan baik apalagi maksimal. “Ada proses penempatan staf yang tidak sesuai dengan negara setempat, seharusnya menguasai bahasa maupun budaya Arab,” jelas Yusri.   {007).

Comments

comments