Nawacita Jokowi Tanpa Nawaitu

Nawacita

Nawacita.

SEMANGAT Nawacita yang diusung-usung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye pemilihan presiden 2014 lalu dinilai tidak lengkap. Seharusnya, Jokowi melengkapi semangat nawacita dengan niat yang tulus dalam menajalnakan pemerintahannya saat ini. “Semangatnya nawacita tapi nawaitu-nya enggak ada,” kata Senator asal Aceh, Fachrul Razi di DPD RI, Rabu, (15/4).

Dalam kesempatan itu Fachrul Razi juga mengatakan bahwa saat ini Jokowi sedang terjebak pada janji-janji kampanye yang belum mampu dia wujudkan. Fakta-fakta di lapangan yang dirasakan rakyat, setelah Jokowi menjadi presiden benar-benar tidak sama dengan janjinya sendiri. “Jokowi akhirnya terjebak retorika politik, realisasinya tidak seperti  yang digambarkan. Pelaksanaan 6 bulan ini banyak sekali kelecewaan,” lanjut Razi.

Bahkan, sambung Razi, kekecewaan terhadap buruknya kinerja Jokowi datang dari kader-kader partai pendukung saat pemilu 2014 lalu. Hal ini tentu tidak bisa ditepiskan begitu saja sebagai bukti bahwa kemampuan Jokowi dalam memimpin pemerintahan tidak seperti kampanyenya. “Kekecewaan juga dari pengusung sebagai timses. Ada juga dari partai beliau sendiri. Ini realitas politik yang kita liat di publik . Ini rahasia umum Jokowi diberi rapor merah,” sambung Razi.   {007}.

Comments

comments