Tidak Hanya Ekonomi, Gakkum Jokowi Dinilai Lemah

Mukhamad Misbakhun

Mukhamad Misbakhun

ANGGOTA DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai kinerja kabinet Jokowi tidak hanya lemah pada sisi ekonomi. Aspek penegakkan hukum (gakkum) pun harus segera diperbaiki agar supremasi hukum bisa benar-benar terlaksana di republik ini. “Aspek penegakkan hukumnya juga sama,” kata Misbakhun saat dihubungi, Selasa, (21/4).

Misbakhun mencontohkan proses pelaksanan eksekusi mati bagi gembong narkoba, termasuk yang berkewarganegaraan Australia. Menurut dia, Jokowi terkesan belum mampu berhadapan dengan tekanan dari Australia dalam pelaksanaan eksekusi duo Bali Nine. “Contoh eksekusi mati narapidana narkoba, dilaksanakan ya belum malah jadinya berlama-lama. Jangan hanya hingar-bingar di media saja,” ujar Misbakhun.

Bahkan dalam kesempatan itu Misbakhun juga mengatakan ada aspek lain dari kabinet Jokowi yang mendesak untuk diperbaiki. Hal tersebut adalah sisi stabilitas perpolitikan dalam negeri. Menurut Misbakhun, Jokowi harus segera memastikan tidak ada kelompok tertentu yang “bermain” politik dan mambuat gaduh sehingga pembangunan tidak bisa berjalan dengan maksimal.

“Stabilitas dalam negeri juga harus dievaluasi oleh presiden. Dimana seolah-olah ada gerakan-gerakan yang membuat kegaduhan politik dalam negeri. Apakah ini operasi politik sesaat yang tanpa persetujuan presiden, atau memang agenda yang menjadi bagian dari pembangunan,” ucap Misbakhun.   {007}.

Comments

comments