Perselisihan Presiden dan Wakil Terlihat Jelas

Bamsoet-buku

Bambang Soesatyo (pegang mike).

POLITISI Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa usia sekitar 7 bulan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) ternyata belum mampu menjadikan kedua orang itu bersikap dewasa untuk rakyatnya. Hal tersebut terlihat dari perbedaan keduanya yang muncul di ranah publik. “Perbedaan presiden dan wakil presiden dipermukaan sangat nampak kentara,” kata Bambang di Jakarta, saat peluncuran bukunya yang berjudul Republik Komedi ½ Presiden, dalam siaran pers yang diterima, Minggu (10/5).

Hal seperti itu, lanjut Bambang, menjadi sesuatu yang tidak pada tempatnya. Sebab, posisi keduanya adalah kepala pemerintahan, yang seharusnya memberikan contoh kinerja terbaik kepada publik. Bukan sebaliknya, seolah-olah sedang membanyol. “Banyak hal yang tidak sesuai, bahkan terkesan lucu,” lanjut Bambang.

Bambang mencontohkan wacana penggantian sejumlah menteri pada kabinet Kerja milik Jokowi-JK. Belakangan kerap dipahami publik bahwa pernyataan keduanya menunjukkan tidak “manis” nya koordinasi antara presiden dan wakil. “Misalnya soal reshuffle kabinet, keduanya terlibat dalam perbedaan yang mencolok,” jelas Bambang.

Demikian pula terhadap kasus penangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan oleh aparat penegak hukum. Antara Jokowi maupun JK juga mengeluarkan pernyataan yang tidak senada kepada awak media. Alhasil publik langsung menyimpulkan bahwa keduanya memang tidak satu visi dalam menyikapinya. “Soal Novel Baswedan juga. Bangsa ini akan dibawa kemana jika tidak adanya kesamaan visi antara pemimpin,” tegas Bambang.   {007}.

Comments

comments