Cari Dana, DPD RI Diduga Kucing-Kucingan Dengan Publik

DPD RI

DPD RI.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menduga bahwa lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah melakukan upaya kucing-kucingan dengan publik dalam rangka mendapatkan anggaran pembangunan gedung di daerah. Sebab, pengajuan dana pembangunan gedung di masing-masing provinsi pernah mendapat tentangan publik beberapa tahun sebelumnya. “Tapi secara diam-diam dan kucing-kucingan dengan publik, DPD mengalokasi setiap tahun,” kata Uchok dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (24/6).

Ternyata, lanjut Uchok, usaha DPD RI itu membuahkan hasil. Buktinya, pada tahun 2014 lembaga itu berhasil membangun kantor daerah di Sumatera Selatan. Bangunan itu sendiri telah menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 22,6 miliar. “Seperti pada tahun 2014, pembangunan gedung Kantor di Provinsi Sumsel, menghabiskan anggaran sebesar Rp.22.6 milyar,” lanjut Uchok.

Sedangkan untuk tahun 2015 ini, sambung Uchok, DPD RI mengajukan anggaran sekitar Rp 25 miliar untuk membangun kantor daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Padahal, republik ini baru saja dikejutkan dengan pemberitaan yang menyebutkan terjadinya gizi buruk warga NTT itu sendiri. “Kemudian, pada tahun 2015 akan dibangun gedung Kantor DPD pada provinsi Nusa Tenggara Timur dengan anggaran Rp 25 milyar,” sambung Uchok.

Uchok juga mengatakan bahwa pada tahun yang sama DPD RI mengajukan anggaran Rp 23,1 miliar untuk membangun kantornya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. “Dan pada tahun 2015, akan dibangun gedung Kantor DPD provinsi Yogjakarta dengan alokasi anggaran sebesar Rp.23.1 milyar,” ujar Uchok.

Uchok menilai DPD RI tidak mempunyai empati terhadap sulitnya ekonomi masyarakat saat ini. Seharusnya, kata Uchok pula, DPD RI mendahulukan peningkatan kinerja dari pada membangun kantor yang jelas-jelas menguras uang rakyat. “Dan tahun 2016, DPD berani sekali mengajukan lagi rencana ini tanpa ada rasa malu sama sekali. Memang selama ini, DPD kinerja buat rakyat saja, nol, kok tiba tiba minta gedung, malu!” tegas Uchok.   {007}.

Comments

comments