KPK Didesak Tidak Tebang Pilih Usut Korupsi

KPK

KOORDINATOR Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Nur Rahman mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus lebih netral dalam mengungkap kasus-kasus korupsi di republik ini. “KPK tebang pilih terhadap pemberantasan Korupsi, memang sulit untuk dihilangkan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa kasus dugaan korupsi yang telah sampai di meja persidangan ada beberapa Politisi dan Mantan Pejabat yang disebutkan diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi,” kata Nur Rahman dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (10/6).

Sayangnya, menurut Rahman, Walaupaun orang-orang tersebut telah diungkapkan di persidangan dan sudah menjadi fakta persidangan namun ada beberapa orang yang diduga terlibat dalam beberapa kasus korupsi, tetap tidak dipanggil dan di periksa oleh KPK.

Dalam catatannya, lanjut Rahman, ada belasan pejabat dan mantan pejabat yang sering disebut dalam persidangan tapi tidak pernah ditindaklanjuti oleh KPK. Belasan pejabat dan mantan pejabat tersebut diantaranya, Mantan Ketua Komisi IV DPR RI, M R dalam dugaan kasus suap terkait import benih jagung. “Ada dugaan aliran Dana sebesar USD $130ribu kepada M R terkait lelang benih Jagung dan kopi di Departemen Pertanian,” lanjut Nur Rahman.

“Seribu kali sayang, hingga saat kini KPK belum pernah memanggil dan memeriksa mantan Ketua Komisi IV DPR RI terkait dengan kasus tersebut,” sambungnya.   {007}

Comments

comments