Nasib Disabilitas Indonesia Memprihatinkan

Disabilitas

(www.langitperempuan.com).

NASIB para penyandang Disabilitas (masyarakat berkebutuhan khusus) di republik ini dinilai masih memprihatinkan. Bahkan sebagian besar penyandang disabilitas sangat rentan menjadi korban kriminalitas. “80 persen disabilitas di negara ini diskriminasi bahkan rentan korban tindak kriminal,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah di DPR RI, Selasa, (30/6).

Untuk mengantisipasi hal serupa kedepannya, Ledia memandang perlu dilakukanya penguatan payung hukum perlindungan bagi para penyandang Disabilitas tersebut. Salah satunya adalah dengan revisi undang-undang yang telah ada sebelumya. “Semakin kuat alasan kita bahwa ini (revisi undang-undang) harus diselesaikan secepatnya. Supaya paling tidak memiliki payung hukum,” lanjut Ledia.

Dengan hadirnya payung hukum yang lebih berpihak kepada penyandang Disabilitas, Ledia berharap tidak ada lagi pengabaian dari pemerintah terhadap mereka. “Bahkan ada penyandang Disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, padahal dia tinggal di sebuah gubuk di tengah sawah bersama ibunya yang buruh tani,” jelas Ledia.

Kodisi yang dialami penyandang Disabilitas di Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara lain seperti Amerika. Di negara maju, pemerintahnya benar-benar menjamin keselamatan maupun kesejahteraan mereka. “Beberapa negara ada yang sampai mewajibkan adanya huruf braille pada kemasan obat yang umum digunakan masyarakat,” kata Ledia.   {007}.

Comments

comments