Daerah Rawan Api Harus “Dikelonin” 24 Jam Setiap Hari

???????????????????????????????

Padmo Wiyoso.

KEPALA Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Padmo Wiyoso mengatakan bahwa pihaknya telah memetik hasil dari upaya mencegah terjadinya kebakaran pada kawasan hutan. Upaya tersebut adalah dengan menempatkan petugas pada daerah yang dianggap rawan terbakar setiap saat. “Jika setiap daerah yang rawan dikelonin setiap saat saya yakin semua ok (bisa mencegah kebakaran),” kata Padmo di Kuningan, Jumat, (11/9) malam.

Langkah tersebut, lanjut Padmo, telah dilakukannya sejak terjadinya kebakaran pada puncak Gunung Ciremai beberapa waktu lalu. Dengan kesiapsediaan petugas pada lokasi-lokasi rawan, maka setiap potensi kebakaran bisa dicegah sedini mungkin. “Ini yang kami lakukan sejak ada kebakaran di puncak sana dulu. Sehingga sekecil apapun potensi bisa segera dicegah oleh petugas yang kami tempatkan,” lanjut Padmo.

Dijelaskan Padmo pula bahwa, dalam hal mengantisipasi terjadinya kebakaran baik pada hutan mau lahan, poin penting yang dipahami semua pihak adalah kemampuan menggerakkan orang dalam waktu sangat singkat untuk sampai pada titik tertentu. Dengan standby-nya petugas tertentu pada lokasi yang telah diprediksi, tentu akan semakin mudah untuk menggerakkan mereka guna memadamkan potensi api sekecil apapun itu. “Yang penting adalah bagaimana kita bisa menggerakkan orang dalam waktu cepat bisa hadir di lokasi tersebut,” jelas Padmo.

Secara teknis, ujar Padmo, pihaknya menempatkan orang-orang pada tenda-tenda di lokasi rawan terjadi kebakaran. Orang-orang tersebut sebagian berasal dari pegawai taman nasional, sedangkan lainnya adalah warga masyarakat sekitar yang telah diberikan pengetahuan khusus tentang bahaya kebakaran hutan. “Kalau pegawai kami sendiri tidak mungkin mencukupi, karena kami gilir bergantian agar selama 7 hari seminggu, 24 jam sehari untuk selalu berada di lokasi. Untuk itu di sini ada yang namanya Masyarakat Peduli Api. Saudara-saudara itulah yang membantu kami untuk ikut berada di tenda-tenda yang kami siapkan untuk “ngelonin” agar api tidak muncul,” ujar Padmo.

Tidak dipungkiri Padmo bahwa masyarakat yang tergabung dalam tim tersebut diberi dukungan logistik, peralatan maupun bantuan lain-lainnya. Dengan cara itu, Padmo bersyukur wilayah kerjanya masih terhindar dari ancaman kebakaran meskipun dipenuhi oleh tumbuhan-tumbuhan kering dengan iklim yang sedang panas-panasnya. “Sejak bulan Juli sampai sekarang Alhamdulillah bisa tidak ada kejadian,” sambung Padmo.   {007}.

Comments

comments