Aroma Mark Up Diduga Mengalir di Kementerian Desa

Logo Kementerian Desa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

DIREKTUR Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan bahwa ada dugaan mark up pada proyek pengadaan Alat Peraga Pendidikan untuk kawasan perdesaan wilayah V. Dimana pagu anggaran dari proyek itu sendiri sebesar Rp 9.374.725.000,- sedangkan pemenang tender hanya memberikan penawaran seharga Rp 9.144.122.296. “diduga menjurus ke mark up anggaran sekisar Rp.3.316.312.296,” kata Uchok dalam siaran keterangan tertulisnya, Kamis, (1/10).

Padahal, lanjut Uchok, bersamaan dengan perusahaan pemenang tender tersebut, ikut pula swasta lain yang mampu memberikan penawaran dengan harga jauh lebih rendah. Kondisi seperti itu tentu sangat layak menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat republik ini lantaran uang yang dipakai adalah milik rakyat. “Ada perusahaan CV. Masisa Djaya yang ikut lelang yang menawarkan harga murah hanya sebesar Rp.5.827.800.000 dikalahkan,” lanjut Uchok.

Atas kemahalan harga tersebut, Uchok menegaskan adanya kemungkinan terjadinya kerugian bagi keuangan negara. Untuk itu Uchok mendesak agar aparat penegak hukum segera menelisik dugaan tersebut agar uang negara bisa segera diselamatkan. “Potensi kerugian negara ini, diperoleh dari nilai ketidakwajaran dalam bentuk dipilihnya vendor yang nilai penawarannya selangit alias menentukan yang Mahal banget harganya. Kami dari CBA (Center For Budget Analysis) untuk meminta kepada kejaksaan agung untuk segera melakukan pemeriksaan berjenjang mulai dari Menteri Marwan Jafar sampai Panitia lelang dalam pengadaan lelang barang ini,” tegas Uchok.

Terkait dugaan tersebut, Menteri Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja’far belum bisa dihubungi pada telepon selulernya. Pesan singkat permintaan konfirmasi yang dikirimkan ke nomor telepon selulernyapun belum mendapat jawaban.   “Pengadaan amburadul, menterinya malah asik-asik ke luar negeri,” sambung Uchok.   {007}.

Comments

comments