Aset Pemprov DKI Banyak yang Bermasalah

???????????????????????????????

IHPS I 2015 terhadap Aset Pemprov DKI Jakarta.

BADAN Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah merilis hasil pemeriksaan pada semester I tahun 2015. Salah satu diperiksa adalah terkait aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I (IHPS I) yang diunggah pada laman http://bpk.go.id/assets/files/ihps/2015/I/ihps_i_2015_1444045653.pdf diketahui bahwa aset Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 8,11 triliun sedang bermasalah. “Tanah dan/ atau bangunan milik Pemprov DKI Jakarta senilai Rp8,11 triliun dalam sengketa/ dikuasai/ dijual pihak lain,” tulis laman tersebut yang dikutip, Senin, (12/10).

Bahkan laman tersebut juga menulis bahwa dari hasil IHPS I diketahui jutaan meter lebih tanah milik Pemprov DKI Jakarta sedang digugat oleh pihak ketiga di pengadilan. “Terdapat 35 bidang tanah milik Pemprov DKI Jakarta seluas ±1.538.972m² minimal senilai Rp7,97 triliun yang tengah digugat pihak ketiga melalui pengadilan,” tulis laman itu lagi.

Yang sangat menyedihkan bahwa IHPS I mengungkapkan ketidakmampuan Pemprov DKI dalam mempertahankan asetnya di pengadilan akibat gugatan demi gugatan yang dilakukan oleh pihak ketiga. “Sampai semester I tahun 2014, Pemprov DKI Jakarta telah dinyatakan kalah untuk aset tanah seluas 67.239m² minimal senilai Rp259,05 miliar. Akibat gugatan hukum tersebut, Pemprov DKI Jakarta berpotensi kehilangan aset tanah seluas ±1.538.972m2 senilai Rp7,97 triliun,” tulisnya.

“Tanah yang tersebar di 144 lokasi dengan bangunan kosong di atasnya minimal seluas 1.181.420,17m² senilai Rp137,01 miliar telah diklaim dan dimanfaatkan oleh pihak lain secara tidak sah. Atas klaim dan pemanfaatan tanah oleh pihak ketiga tersebut, Pemprov DKI Jakarta belum melakukan upaya baik itu pengamanan fisik, administrasi maupun langkah hukum. Hal ini mengakibatkan Pemprov DKI Jakarta berpotensi kehilangan aset tanah yang diklaim dan dimanfaatkan pihak lain secara tidak sah minimal seluas 1.181.420,17m² senilai Rp137,01 miliar,” ungkap IHPS I itu.   {007}.

Comments

comments