Efendi Simbolon: Kabinet Jokowi Kurang Sesuai Harapan Rakyat

???????????????????????????????

Effendi Simbolon.

KADER Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Effendi Simbolon mengatakan bahwa dua kali kabinet hasil bentukan Jokowi-Jusuf Kalla belum mampu memenhui keinginan maupun harapan rakyat republik ini. “Kabinet itu seyogyanya menjadi tim work yang kompak,handal mumpuni. Tapi yang terjadi output kabinet ini kita rasakan semua kurang bisa menjawab tantangan yang diharapkan rakyat,” kata Kader PDIP, Effendi Simbolon di DPR RI, Kamis, (19/11).

Buktinya, lanjut Effendi, sektor ekonomi dari kabinet tersebut benar-benar membuat masyaraka republik ini kecewa. Kabinet yang seyogyanya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, justeru bekerja pada tatanan berbeda. “Terutama sektor ekonomi. Yang mana masyarakat umum merasakan kebijakan sektor ekonomi tidak berpihak kepada kepentingan rakyat banyak,” lanjut Effendi.

Sehingga, Effendi mempertanyakan rencana Jokowi-Jusuf Kalla melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini. Apakah pergantian pembantu didasarkan pada kepentingan kelompok tertentu atau untuk sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat banyak. “Kalau lihat (reshuffle) jilid 1 saya lihat apakah ini ada perobahan yang radikal, banting stir dari mereka yang sekarang berada di kokpit, apakah semua disatukan dalam mazhab kerakyatan, saya masih bertanya-tanya itu?” tanya Effendi.

???????????????????????????????

Daniel Johan.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan menegaskan dukungannya terhadap rencana presiden melakukan reshuffle tahap ke dua. Yang terpenting, reshuffle tersebut mampu menempakan orang-orang berkomitmen tinggi memajukan kesejahteraan rakyat banyak sesuai dengan nawacita. “Saya seribu persen setuju dilakukan reshuffle. Rakyat kan memilih Jokowi itu karena nawacita-nya. Kalau menterinya tidak memahami apalagi tidak menjalankan isi nawacita dan terbukti berlawanan dengan nawacita,,, sehingga itu yang menjadi hal pentingnya,” kata Daniel.

Daniel juga berharap agar reshuffle yang akan dilakukan oleh presiden tidak berpijak pada hasil survey semata. “Reshufle harusnya punya dua ukuran. Pertama, menjalankan nawacita dan kedua, memperkuat dukungan dan stabilutas politik. Setidaknya mampu meredam kekisruhan politik dalam negeri kita. Ukur kinerja jangan dari pooling dan survey. Itu sangat menyesatkan, sangat bias,” ujar Daniel.   {007}.

Comments

comments