Pemerintah Didesak Jelaskan Anggaran Rp 740 M

ray rangkuti

Ray Rangkuti.

PENGAMAT Politik Lingkar Mandani (LIMA), Ray Rangkuti mendesak pemerintah untuk menjelaskan masuknya anggaran pembangunan gedung DPR RI sebesar Rp 740 miliar. “Pemerintah juga harus menjelaskan anggaran yang 740 miliar itu kok bisa ada?” tanya Ray saat dihubungi, Selasa, (3/11).

Apalagi, lanjut Ray, anggaran pembangunan gedung DPR RI itu jelas-jelas tidak mewakili kepentingan rakyat khsususnya bidang kesejahteraan rakyat. “Dari mana datangnya pembangunan gedung DPR bisa dikatakan pro rakyat? Tetapi kenapa pemerintah akhirnya memasukkannya juga pada apbn 2016 itu,” lanjut Ray.

Saat ditanya kemungkinan masuknya anggaran pembangunan gedung DPR merupakan wujud adanya tawar-menawar dengan parlemen? Ray mengaku tidak bisa membantahnya. “Susah untuk saya mengatakan tidak ada hanky-panky. Bahwa ada tawar menawar dalm apbn 2016. Awalnya dpr menolak, termasuk pembangunan gedung dpr. Banyak sektor yang tidak kepekaan thd penderitaan rakyat. Dugaan saya, titik temunya adalah pemerintah masukkn 740M. 740 m itu datangnya belakangan. Perubahan sikap KMP tiba-tiba, ada apa dibalik itu semua?” tanya Ray tegas.

“Saya susah percaya bahwa APBN ini bukan bagian dari tawar menaawar dari mereka. Menurut saya anggaran 740 miliar itu salah satunya poin tawar-menawarnya,” sambung Ray.

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mendesak agar aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menelisik kemungkinan adanya gratifikasi dalam pengesahan APBN 2016 tersebut. “Sepertinya 3 orang yang sudah ditangkap terdahulu tidak membuat anggota DPR RI itu kapok. Makanya KPK harus fokus menelisik dugaan-dugaan penyimpangan dalam APBN 2016,” kata Uchok saat dihubung, Selasa, (3/11).

Dalam kesempatan itu Uchok juga mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang gratis alias cuma-cuma apalagi untuk sesuatu bernilai ribuan triliun rupiah. “Tidak ada makan siang yang gratis, apalagi ini yang disahkan nilainya ribuan triliun,” tegas Uchok.   {007}.

Comments

comments