Reshuffle Lagi? Presiden atau Menteri yang Tidak Mampu Kerja…?

???????????????????????????????

Margarito Kamis (kiri), Syaifullah Tamliha (kanan).

PAKAR Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mempertanyakan alasan wacana Reshuffle kabinet kerja dalam waktu dekat ini. Sebab jika rencana tersebut jadi dilaksanakan, artinya hal ini sudah terjadi dua kali dalam waktu sekitar 13 bulan masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. “Apakah menterinya yang tidak hebat, atau presiden yang tidak hebat?” tanya Margarito di DPR RI, Kamis, (12/11).

Selayaknya, reshuffle ataupun pergantian menteri tidak dilakukan dalam waktu yang terlalu singkat dengan sebelumnya. Sebab, jika reshuffle dilakukan dalam waktu singkat, tentu publik berhak mempertanyakan tujuan dari hal tersebut. “Kita baru satu tahun satu bulan, baru kita ganti menteri sekarang mau ganti lagi, mengapa mengangkat orang itu menjadi menteri?” tanya Margarito lagi.

Tidak hanya itu, Margarito juga mengatakan bahwa publik berhak menuntut kepada presiden tentang dampak dari keputusannya mengangkat seorang menteri dan memberhentikannya lagi sebelum masa tugas berakhir. “Bagi saya masalahnya, poin pertama yang harus kita tagih bukan pada menteri tapi pada presiden, mengapa angakt orang itu?” ujar Margarito.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha mengatakan bahwa rencana reshuffle kali ini justeru akan mempengaruhi kinerja Jokowi dalam memimpin republik tercinta. “Wacana ini sarat kepentingan partai politik. Ini juga bisa menganggu kinerja Presiden karena memang wacana ini hanya membuat kegaduhan,” kata Tamliha.

Tamliha juga menduga wacana reshuffle sengaja di hembuskan oleh pihak-pihak yang mengharapkan kursi pada kabinet kerja. Sebab, dengan berada di dalam kabinet, tentu kelomok tersebut akan merasakan “manisnya” gula-gula berkuasa di republik ini. “Ini kan mereka yang belum kebagian kursi saja,” ujar Tamliha.   {007}.

Comments

comments