Setop Impor Jagung, Kementan Dapat Apresiasi

Ibnu Multazam

Ibnu Multazam.

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam mengatakan apresiasi terhadap langkah kementerian pertanian (Kementan) yang menghentikan impor jagung ke republik ini. “Ya, kita apresiasi Kementan yang menyetop impor jagung,” kata Multazam saat dihubungi, Jumat, (13/11).

Dengan tidak masuknya jagung-jagung impor di pasaran dalam negeri, lanjut Multazam, komoditas sejeni yang dihasilkan petani menjadi memiliki daya saing dalam hal harga. Dampaknya, menurutnya pula, petani memperoleh penghasilan lebih besar dari musim-musim tanam jagung sebelumnya. “Ini petani pada senang, karena harga jagungnya naik menjadi Rp4 ribu satu kilonya,” lanjut Multazam.

Dengan kondisi seperti itu, sambung Multazam, petani-petani yang dijumpainya mengaku mendapat semangat baru untuk kembali menanam jagung kedepannya. Sebab, jika harga jagung terpelihara setidaknya seperti saat ini, petani mendapatkan penghasilan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya masing-masing. “Petani-petaninya jadi bersemangat untuk menanam jagung lagi,” ujar Multazam.

Multazam sendiri mengatakan bahwa kualitas jagung yang diproduksi petani dalam negeri tidak berbeda dengan produk impor. Sehingga, Multazam mengatakan bahwa industri pakan ternak yang kebutuhan utamanya adalah jagung selayaknya menggunakan jagung lokal dalam memenuhi kebutuhannya. “Industri harus bertanggungjawab untuk menggunakan bahan baku dalam negeri, serap jagung rakyat. Karena kualitasnya sama kok, nutrisinya juga sama. Kan sama-sama jenis hybrida,” ucap Multazam.   {007}.

Comments

comments