HPP Gabah Diusulkan Dihapus

Ibnu Multazam1

Ibnu Multazam.

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam mengatakan bahwa keberadaan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah hasil panen petani tidak memberikan dampak positif. Untuk itu dirinya megusulkan agar pemerintah segera menghapuskan HPP tersebut.

“Kita himbau pemerintah agr HPP dihapuskan saja. Karena toh buktinya tidak bermanfaat juga kepada petani,” kata Multazam saat berbincang melalui telepon selulernya, Senin, (15/2).

Menurut Multazam, keberadaan HPP selama ini telah berujung pada ketidakmampuan Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk membeli gabah hasil panen petani secara leluasa. Akibatnya, gabah-gabah milik petani itu justeru dikuasai oleh para tengkulak maupun pedagang-pedagan besar.

“Toh kita lihat sendiri, serapan Bulog juga rendah kok. Apalagi ketika musim panen sekarang ini, perkiraan saya maksimal hanya 10 persen dari total panen secara keseluruhan. Sekarang kan mau panen raya ini,” lanjut Multazam.

Ketika Bulog tidak mampu mencukupi kebutuhan persediaannya, jelas Multazam, berakibat dilakukanya impor beras. Sedangkan impor beras itu sendiri dinilai Multazam justeru menghabiskan uang rakyat.

“Dari pada uang untuk impor beras yang sekitar Rp 1 triliun itu, mending uangnya dipakai untuk subsidi kepada petani. Tinggal diatur tata caranya. Tetapi Bolognya diberikan relaxasi agar mampu menyerap gabah petani. Ya caranya menghapus HPP itu. Dengan begitu pemerintah bisa memberi jaminan atas ketersediaan beras yang merupakan bahan kebutuhan pokok masyarakat kita,” jelas Multazam.

“Dengan adanya penghapusan HPP dan relaxasi itu, maka Bulog akan jauh lembih mampu bersaing dengan para tengkulak maupun para pedagang spekulan yang justeru tidak memikirkan rakyat kecil,” sambung Multazam.   {007}.

Comments

comments