RUU Perlindungan Jamin Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya Ikan & Petambak Garam

E Herman Khaeron

E Herman Khaeron

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, E Herman Khaeron menegaskan bahwa rancangan undang-undang (RUU) Perlindungan-Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam akan menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat di pesisir republik ini.

“Banyak hal yang akan diberikan kepada nelayan dalam RUU ini. Seperti bantuan permodalan, asuransi, juga ada asuransi jiwa bagi nelayan yang menerjang resiko sangat tinggi ketika melaut,” kata Herman di DPR RI, Selasa, (23/2).

“Jadi bagi masyarakat kita yang hidup di pesisir, semua pihak baik DPR, Pemerintah, wajib meningkatkan taraf hidup mereka,” sambung Herman.

Tidak hanya itu, lanjut Herman, dalam RUU tersebut, pemerintah diberi tanggung jawab untuk memberikan bantuan hukum kepada nelayan yang menghadapi kasus hukum di perbatasan dengan negara tetangga. “Jadi kalau ada nelayan yang tersangkut urusan dengan perbatasan negara tetangga, itu akan ada bantuan hukum kepada nelayan-nelayan kita,” lanjut Herman.

“Dengan undang-undang ini Insya ALLAH tahun ini sudah bisa dilaksanakan asuransi karena sudah dianggarkan 250 miliar rupiah. Juga jaminan terhadap resiko usaha, penetapan harga, dalam menghadapi MEA. Juga wajibkan per-bank-an melayani nasabah khusus nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam,” kata Herman.

Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syarief Widjaja membenarkan bahwa RUU tersebut merupakan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. “RUU ini pendorong peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam,” kata Syarief di DPR RI, Selasa, (23/2).

Syarief juga mengatakan bahwa profesi nelayan harus mendapat perlindungan dari negara agar tetap ada selamanya. “Profesi nelayan harus dilindungi, karena selain menjadi mata pencarian bagi nelayan itu sendiri, juga sebagai sarana pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi seluruh masyarakat,” jelas Syarief.   {007}.

Comments

comments