Ekspor Biji Kopi Harus Dihentikan

Oesman Sapta Odang

Oesman Sapta Odang.

WAKIL Ketua  MPR RI, Oesman Sapta Odang menegaskan bahwa eskpor biji kopi harus segera dihentikan. Hal tersebut didasarkan pada besarnya nilai tambah jika salah satu produk unggulan republik tersebut diolah di dalam negeri. “Harus dibangun industri semi atau finish dari produk kopi. Itu bisa meningkatkan nilai tambahnya,” kata Oesman Sapta di Jakarta, Kamis, (10/3).

Apalagi, sambung Oesman Sapta, pasar kopi lokal jauh lebih besar dibanding luar negeri. Jika kopi produk para petani kita dijual ke luar, maka kebutuhan akan komoditas tersebut dalam negeri akan dipenuhi oleh produk asing. “Ngapain kita fikir asean market. Negara kita saja 250 juta jiwa. Asean cuma 60 juta,” sambung Oesman Sapta.

Jika kebutuhan kopi dalam negeri sudah terpenuhi secara keseluruhan, lanjut Oesman Sapta, barulah ekspor boleh dilakukan kepada negara lainnya. Sehingga, kopi para petani kita bisa lebih berdaulat di republiknya sendiri. “Kalau kita sudah jual produk ke dalam negeri, sisanya baru jual ke orang lain,” lanjut Oesman Sapta.

aeki

AEKI.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Irfan Anwar mengatakan bahwa saat ini merupakan kondisi yang sangat kritis bagi perkopian republik ini. “Saat ini genting bagi perkopian kita,” kata Irfan di Jakarta, Kamis, (10/3).

Dalam kesempatan itu Irfan juga mengakui bahwa tidak sedikit perusahaan asing yang ingin eksis di republik ini dalam bidang perkopian. “Banyak perusahaan asing, mereka mau menguasai market di Indonesia. Mereka itu perusahaan-perusaan besar dunia. Konsumsi kita yang tinggi ini menarik bagi mereka. Ini harus kita jaga,” ujar Irfan.

Untuk itu, Irfan berharap ada bantuan dari pemerintah agar pelaku usaha perkopian republik ini tetap bisa hidup dengan baik. “Kami butuh perlindunga agar perkopian Indonesia tetap punya masa depan, jangan sampai mereka menguasai. Bagaiamana kita bersaing dengan perusahaan asing? Mereka itu perushaan multi nasional, perusahaan dengan global experience,” kata Irfan.   {007}.

Comments

comments