DPR RI Akui Bandara Halim Punya Kekurangan Signifikan

Michael Wattimena

Michael Wattimena (kiri) mengamati bagian pesawat Batik Air yang mengalami tabrakan dengan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis, (7/4).

WAKIL Ketua Komisi V DPR RI, Michael Wattimena mengakui bahwa Bandara Halim Perdanakusuma masih mempunyai beberapa kekurangan. Dan diduga hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya tabrakan antara pesawat Batik Air dengan Trans Nusa beberapa waktu lalu. “Semestinya dari aspek keamanan dan keselamatan tidak harus dipertanyakan lagi, tetapi memang ada beberapa kekurangan,” kata Michael di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis, (7/4).

Salah satu yang harus segera dilengkapi oleh Bandara Halim Perdanakusuma kedepannya, menurut Michael adalah Landasan Gelinding. Tanpa sarana tersebut, katanya, tentu sangat menggu tercapainya operasional penerbangan yang sesuai harapan. “Hal itu adalah taxi way. Ini sangat fatal sekali. Mungkin dengan peristiwa ini kedepannya pemerintah bersama-sama DPR dapat segera melakukan perbaikan secara signifikan,” lanjut Michael.

Apalagi, sambung Michael, bandara tersebut menjadi lokasi medarat dan lepas landasnya orang-orang sangat penting. Jika terulang lagi peristiwa tabrakan tersebut, tentu akan merugikan citra republik ini dimata internasional. “Di bandara ini juga ada kegiatan bagi VVIP, seperti Presiden Indonesia, Pak Jokowi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan tokoh-tokoh dunia lainnya. Kalau ini sampai terulang tenu akan mencoreng muka Indonesia dimata dunia,” sambung Michael.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Suprasetyo menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap para pihak yang terkait dalam kecelakaan tersebut. “Sertifikat kecakapan 3 ATC, Towing di-suspend, Pilot suspend maks 90 hari,” kata Suprasetyo.   {007}

Comments

comments