Sekjen DPR RI Didesak Laporkan Penyimpangan Dana Kunker ke KPK

Uchok Sky Khadafi2

Uchok Sky Khadafi.

DIREKTUR Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mendesak agar Sekertaris Jenderal Sekjen DPR RI melaporkan penyimpangan penggunaan dana Kunjunga Kerja (Kunker) oleh oknum legislator. “Seharus Sekjen DPR, kalau  ada anggota dewan tidak memberikan  memberikan laporan kunker dan reses, laporkan saja ke aparat hukum atau kpk,” kata  Uchok dalam pesan elektronik yang diterima, Kamis, (12/5).

Menurut Uchok, penggunaan dana Kunker secara fiktif merupakan perbuatan koruptif. Sehingga aparat penegak hukum terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) layak untuk menindaklanjutinya. “Karena mereka bisa dianggap sebagai anggota dewan yang telah melakukan korupsi alias uang kunker atau reses diambil tapi kegiatan tidak dilakukan atau fiktif,” tegas Uchok.

Menurut Uchok pula, terjadinya dugaan penggunaan dana reses fiktif terjadi lantaran Sekjen tidak berani menjalankan peran sebagaimana mestinya. “Potensi kerugian negara sebesar Rp 945 milyar disebabkan pihak Sekjen DPR kurang bergigi untuk menagih hasil kunker dan reses. Pihak sekjen hanya menunggu laporan dari anggota dewan saja setelah  Kunker dan reses DPR,” jelas Uchok.

Kesempatan terpisah, Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan dugaan Kunker fiktif. Padahal, Kunker tersebut menggunakan uang negara. “BPK melakukan audit terhadap DPR, lalu menemukan sejumlah kekurangan terkait kunjungan kerja anggota dewan,” kata Hendrawan kepada wartawan (12/5).

Menurut Hendrawan, pihaknya mengetahui hal tersebut setelah menerima surat dari Sekjen DPR RI. Dalam surat tersebut diketahui bahwa Kunker fiktif tersebut terjadi pada semua fraksi yang ada di DPR RI.   {007}.

Comments

comments