Anggota Komisi V Ingatkan Kemenhub Investigasi Perbuatan Wings Air

M Nizar Zahro

M Nizar Zahro (pegang mic).

ANGGOTA Komisi V DPR RI, M Nizar Zahro mengingatkan Kementerian Perhubungan khususnya Ditjen Perbuhubungan Udara agar menginvestigasi perbuatan Wings Air yang tidak mengangkut bagasi milik sebagian penumpangnya pada penerbangan IW 1936, 8 Juni lalu. “Saya ingatkan agar ini di investigasi oleh Kemenhub melalui dirjen perhubungan udara inspektur agar di lakukan pemeriksaan secara menyeluruh atas insiden tersebut,” kata Nizar dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu, (12/6) malam.

“Sangat miris dan memprihatinkan karena hak konsumen di abaikan  seperti yang termaktub dalam pasal 4 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen , apa yang di lakukan Wings Air itu menunjukkan betapa arogan dan sewenang wenangnya wings air terhadap hak penumpang seperti yang di atur dalam uu no 1 tahun 2009 tentang penerbangan,” sambung Nizar.

Ruang Iklan

Jika hasil investigas menghasilkan fakta adanya kesengajaan maskapai tersebut melalaikan hak penumpangnya, Nizar mengatakan harus ada sanksi bagi perusahaan tersebut. “Jika memang terbukti ada kelalaian dan kesalahan yang dilakukan anak usaha maskapai Lion Air, ‎maka kemenhub wajib menindak secara tegas apalagi lion air masih dalam proses pengawasan selama 30 hari setelah di keluarkan rekomendasi perbaikan dari dirjen perhubungan udara. Saya berharap agar tidak segan untuk kembali mengenakan sanksi kepada Wings air sebagai anak usaha Lion Air,” tegas Nizar.

Apalagi, Nizar mendapatkan informasi bahwa pengabaian hak penumpang itu dilakukan lantaran maskapai tersebut lebih memprioritaskan pengangkutan cargo. “Dari isi surat Taufiq setelah saya baca sangat miris apalagi alasan Wings Air tidak mengangkut bagasi milik penumpang karena maskapai tersebut telah lebih dulu mengangkut cargo. Sehingga, bagasi penumpang pun tidak ikut terangkut,” ujar Nizar.

“Seharusnya bagasi itu ketentuan hak penumpang itu 20 kg. kargonya belakangan. Dan ada peraturannya yang hak 20 kg itu ada, bahwa barang harus ikut sama penumpang bukan terpisah dari penumpang kalaupun mau di pisah dengan penumpang harus dapat persetujuan penumpang,” pungkas Nizar.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments