Nilai Pancasila Harus Ditanam Sejak Usia Dini

Syaifullah Tamliha10

Syaifullah Tamliha (kanan), Siti Zuhro (kiri).

ANGGOTA Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila harus sudah ditanamkan kepada generasi penerus bangsa sejak mereka usia dini. “Penanaman Pancasila itu penting sejak usia dini,” kata Tamliha di DPR RI, Rabu, (22/6).

Penanaman tersebut, lanjut Tamliha, diyakini akan menjadi benteng pertahanan terhadap masuknya ideologi-ideologi lain di dalam diri generasi penerus republik ini. Sebab, ideologi yang mendasari terbentuknya negara ini telah tertatam dengan baik dalam diri. “Bagaimana menanamkan dan menumbuh suburkan Pancasila sejak dini, maka tidak akan ada tumbuhnya komunisme,” lanjut Tamliha.

“Kewaspadaan tidak hanya diucapkan, tetapi ditanam dan disuburkan sejak taman kanak-kanak,” tegas Tamliha.

Untuk itu, Tamliha berharap pemerintah mau menjalankan kembali kurikulum yang memuat mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada sekolah-sekola di negara ini. Tamliha juga berpendapat bahwa mata pelajaran Pancasila tidak usah diubah dengan berbagai bentuk sebutan baru seperti yang terjadi saat ini. “PMP penting kita bikin lagi kurikulumnya,” ujar Tamliha.

Ruang Iklan

Sementara itu Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro mempertanyakan sikap generasi muda bangsa ini yang terkesan alergi untuk memperbincangkan Pancasila, terutama pasca reformasi. “Bagaimana kita menyoal Pancasila kita. Kenapa seperti barangharam yang kita ogah banget membahasnya. Apa yang salah dengan reformasi kita?” tanya Zuhro.

Menurut Zuhro, Pancasila harus tetap dijadikan sebagai pijakan dalam setiap kebijakan yang ada di republik ini. “Suka tidak suka Pancasula harus jadi roh kita berbangsa. Terbukti saat kita gak jadikan sebagai rujukan yang terjadi kita berdemokrasi mines nilai-nilai Pancasila. Ini harus kita seriusi,” ujar Zuhro.

“Nyaris kita lupa sila-sila Pancasila. Kita berdemokrasi kehilangn pondasi, nilai-nilai yang mengikat. Kita sempoyongan. Karena kita tercerabut dari akar kita. Pancasila sangat niscaya tidak bisa dikesampingkan,” tegas Zuhro.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments