Pasca Munaslub Bali, Akankah Penyelesaian RUU Tax Amnesti Mulus?

Uchok Sky Khadafi2

Uchok Sky Khadafi.

BISIK-BISIK internal Partai Golkar mengerucut pada sebuah teka-teki. Ternyata pasca Munaslub partai beringin itu di Bali beberapa waktu lalu masih menyisakan “luka” pada kelompok tertentu.

“Luka” itu disebut-sebut juga berpotensi “mengganggu” kelancaran pembahasan dan persetujuan RUU Tax Amnesti. Jika benar kedua hal tadi terganggu, bukan tidak mungkin persetujauan DPR RI akan gagal diraih oleh Pemerintahan Jokowi-JK dalam waktu dekat.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menegaskan bahwa lancar tidaknya pembahasan, apalagi pengesahan RUU Tax Amnesti ada pada Ketua DPR RI, Ade Komarudin. Menurut Uchok, Ketua DPR RI, Ade Komarudin memegang peran besar dalam melobi semua fraksi yang ada agar memberikan persetujuan.

“Sudah pasti, peran ketua dpr itu sangat penting. Kan dia yang akan berperan dalam melobi fraksi yang belum setuju terhadap Tax Amnesti. Bukannya ketua-ketua yang lain,,,” tegas Uchok saat dihubungi, Senin, (6/6).

Dalam kesempatan itu, Uchok tidak menampik fakta munculnya “luka” hati kelompok tertentu saat Munsslub Golkar di Bali. Uchok juga sepakat jika luka di Bali yang diduga dialami kelompok Ade Komarudin akan berpotensi menimbulkan gejolak dalam pengesahan ruu tersebut.

“Kan publik juga sudah tahu bahwa awalnya Akom mendapat dukungan besar dari siapa, tetapi faktanya pada last minit dukungan itu kan malah berpaling dan akibatnya siapa pemenang munaslub juga sudah diketahui semua orang,” ujar Uchok.

Ruang Iklan

Apalagi, Uchok sangat yakin bahwa Tax Amnesti yang akan diterapkan pemerintah tidak berdampak baik bagi keuangan republik ini dalam jangka waktu panjang. “Kan banyak pihak yang meyakini bahwa Tax Amnesti itu tidak baik untuk jangka panjang. Tentunya fraksi yang memahami itu belum akan memberikan persetujuannya,” ucap Uchok.

“Munaslub Bali itu sangat membuat Ade kecewa. Dampaknya bisa terjadi penolakan teradap RUU Tax Amnesti… Karena sangat merugikan negara. Paling-paling hanya bisa menarik uang sekitar Rp 200 triliun, itu pun uang hasil penggelapan pajak, korupsi dan lain-lain,” kata Uchok.

Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto mengatakan masih ada fraksi yang belum setuju dengan RUU Tax Amnesti. “Jadi memang Komisi XI dalam hal ini yang menjadi Panja daripada Tax Amnesty itu belum selesai melaksanakan tugasnya. Masih belum sepakat di beberapa fraksi masalah Tax Amnesty,” kata Agus di DPR RI, Jakarta, Senin (6/6).

“Apakah bisa besaran yang direncanakan Rp 193 triliun itu masuk betul dan apakah jumlah itu sudah pasti betul akan masuk dan bagaimana jaminan kemasukannya itu. Untuk itu harus benar-benar dikaji,” tanya Agus.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments