Beredarnya Vaksin Palsu, BPOM Harus Dihukum Berat

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah (kemeja putih).

WAKIL Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan bahwa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) harus dijatuhui hukuman yang berat. Hal itu didasarkan pada lalainya lembaga tersebut melakukan pengawasan hingga beredarnya vaksin palsu dalam waktu 13 tahun.

“Hukuman berat harus yang diterima lembaga pengawas. Bagaimana bisa masuk dalam tubuh anak-anak, pengawasannya dimana? BPOM salah satunya, itu harus dihukum berat,” kata Fahri Hamzah di DPR RI, Jumat, (15/7).

Menurut Fahri pula, harus ada pihak yang menjadi penanggungjawab atas masuknya vaksin palsu ke pasaran, bahkan digunakan oleh rumah-rumah sakit. “Harus ada yang tanggungjawab secara ketat. Kalau ada pejabat yang disogok hukum berat juga,” lanjut Fahri.

Ruang Iklan

Vaksin palsu yang masuk dalam tubuh anak-anak, menurut Fahri, dapat mengancam keselamatan jiwa penggunanya. “Stop dulu, jika yang masuk dalam tubuh itu palsu, itu bisa membunuh dan bisa menjadi beban seumur hidup bagi penggunanya,” ujar Fahri.

Belakangan, republik ini dihebohkan dengan terungkapnya peredaran vaksin palsu bagi anak-anak. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri telah menetapkan sejumlah tersangka yang menjadi produsen vaksin palsu tersebut. Tidak hanya itu, dalam sebuah rapat di DPR RI, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengatakan ada 14 rumah sakit yang tersebar di Jakarta dan Jawa Barat menggunakan vaksin palsu bagi pasien-pasiennya.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments