Kader Demokrat Raih Gelar Doktor dengan Cumlaude

Herman Khaeron10

E Herman Khaeron (tengah).

KADER Partai Demokrat, E Herman Khaeron mendapatkan gelar Doktor pada bidang Ilmu Pertanian di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Kamis, (21/7). Gelar tersebut berhasil diperolehnya setelah mempertahankan sebuah disertasi berjudul “Model Pengembangan Diversifikasi Pangan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” di Unpad.

Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad mengatakan bahwa Herman berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat terbaik. “Nilai disertasi saudara kami nyatakan lulus sebagai doktor dengan yudisium cumloud. Mulai hari ini anda berhak menggunakan gelar doktor,” kata Tri Hanggono di Unpad, Bandung.

Dalam uraian disertasinya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu menegaskan bahwa kebutuhan dasar manusia yang paling utama adalah pangan. “Karena itu pemenuhan panhan merupakan bagian dari hak asasi individu dan kewajiban negara. Secara makro, pangan bukan lagi komoditas politik, tetapi menjadi instrumen ketahanan nasional,” kata Herman.

Tidak hanya itu, dalam paparannya dihadapan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Ketua DPR RI, Ade Komarudin, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) serta ratusan hadiri yang memenuhi ruang sidang, Herman mengatakan bahwa pemenuhan pangan sangat penting untuk ditempatkan sebagai komponen dasar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Ruang Iklan

“Mengingat pentingnya memenuhi kecukupan pangan, setiap negara akan mendahulukan pembangunan ketahanan pangannya sebagai pondasi bagi sektor-sektor strategis lainnya. Terjaminnya ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup, berkualitas, dan terjangkau oleh masyarakat merupakan sasaran yang ingin dicapai dalam penyusunan dan perumusan kebijakan pangan nasional. Ketahanan pangan yang kokoh merupakan dasar bagi kemandirian dan kedaulatan pangan suatu bangsa,” tegas Herman.

Dijelaskan Herman bahwa, visi pemenuhan pangan tidak hanya sebatas ketahanan pangan, namun melalui kendirian dan kedaulatan pangan dengan melakukan optimalisasi potensi pangan lokal melalui diversifikasi pangan hingga tingkat individu.

“Faktanya, kebijakan pangan pemerintah masih terfokus pada peningkatan produksi, penyerapannya masih dilakukan secara parsial, dan belum ada strategi diversifikasi yang terintegrasi. Program dan anggaran terfokus pada padi, jagung, dan kedelai. Serta masih timpangnya konsumsi beras dengan konsumsi pangan alternatif seperti pangan hewani, ikan, umbi-umbian, sayur, dan buah-buahan. Untuk itu, perlu adanya perubahan fundamental, berupa kebijakan diversifikasi pangan spesifik berbasis sumber daya lokal, untuk mendukung ketahanan, kemandirian, danbkedaulatan pangan nasional,” papar Herman.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments