UU Paten Pintu Masuk Penerimaan Baru Bangsa

Yasona Laoly1

Yasona Laolyi (kanan) Muhammad Nasir (kedua kiri).

MENTERI Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham), Yasona Laoly mengatakan bahwa Undang-Undang Paten yang baru saja disahkan DPR RI menjadi pintu bagi sumber penerimaan baru republik ini. “Kita harap ini (UU Paten) dapat memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” kata Yasona di DPR RI, Kamis, (28/7).

Sebab, lanjut Yasona, melalui UU Paten maka berbagai bentuk hasil cipta putra bangsa akan dilindungi sehingga mampu menghasilkan nilai rupiah, baik bagi negara maupun sang pencipta itu sendiri. “Sekarang kita bergantung pada sumber daya manusia yang kita bangun melalui kreatifitas-kreatifitas,” lanjut Yasona.

Negara-negara besar, sambung Yasona, telah menjadikan hak paten menjadi sumber pendapatan utama mereka. Tidak terkecuali dengan Amerika Serikat. “Amerika Serikat itu pendapatan dari hak paten menduduki pringkat nomor satu,” sambung Yasona.

Apalagi, jelas Yasona, salah seorang putera bangsa ini telah terbukti mampu menciptakan model pakai bagi salah seorang puteri Presiden Amerika Barack Obama. Tentunya hal tersebut merupakan suatu kebanggaan dan mempunyai nilai yang tinggi. “Ada anak bangsa ini yang usianya baru belasan tahun mampu mendisain baju yang dipakai oleh Michelle Obama,” jelas Yasona.

Ruang Iklan

Menristek Dikti, Muhammad Nasir mengatakan bahwa UU Paten yang disahkan oleh DPR RI itu tentu akan semakin menggairahkan dunia penelitian di republik ini. Dengan demikian, dirinya yakin akan semakin banyak penemuan-penemuan berkualitas yang dihasilkan oleh anak-anak negeri ini kedepannya. “Setidaknya ada 7 bidang yang dimasukkan dalam hal ini. Seperti bidang pangan dan pertanian, kesehatan dan obat-obatan, ICT, transportas, nano teknologi, teknologi pertanahan serta energi baru terbarukan,” kata Nasir.

Kisruh mahalnya daging sapi dalam negeri, sambung Nasir, akan semakin mudah diselesaikan kedepannya dengan kehadiran UU Paten. “Seperti sapi bali, kami bisa menemukan genetik buyutnya. Setelah direkayasa beratnya bisa sampai 500 kg setiap ekornya. Ini hasilnya yang harus dilindungi. Tentu inventornya akan mendapatkan nilai tambah setelah dilindungi oleh UU Paten ini,” terang Nasir.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments