DPR RI Desak Pemerintah Genjot Penghasilan BUMN

Ade Komarudin

Ade Komarudin (peci hitam).

KETUA DPR RI, Ade Komarudin mendesak pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk segera meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu diharapkan mampu mengatasi kurangnya pemasukan negara yang berbuntut pada pemotongan APBN hingga Rp 133,8 trilun. “Genjot BUMN, enggak ada pilihan lain,” kada Ade di DPR RI, Jumat, (5/8).

Menurut Ade, untuk saat ini Indonesia tidak mungkin menharapkan pendapatan dalam jumlah signifikan dari penjualan komoditas andalan dalam negeri, seperti minyak bumi. Hal tersebut disebabkan harga berbagai komoditas unggulan selama ini mengalami penurunan dalam jumlah signifikan. “Kalau komoditas keadaan pasar dunianya seperti itu (turun drastis),” lanjut Ade.

Ruang Iklan

Untuk itu, Ade berharap koleganya di komisi VI yang membidangi BUMN mau dan mampu memberikan saran-saran kongkrit agar pemerintah bisa segera menggenjot pendapatan dari sektor tersebut. Meskipun, pengawasan yang merupakan salah satu tugas anggota dpr ri tetap harus dilakukan. “DPR jangan hanya mengawasi saja, tapi beri juga saran solutif kepada eksekutif (BUMN),” ujar Ade.

Cara lain yang dinilai Ade mampu meningkatan pendapatan negara secara signifikan adalah dengan meningkatkan jumlah masuknya investasi di dalam negeri. Untuk itu, Ade berharap semua hambatan yang selama ini ada dan membuat sulit investor segera dibenahi oleh pemerintah. “Selain bumn ya investor. Artinya beberapa hambat investor yang akan datang harus betul-betul dapat perhatian pemeritnah. Seperti infrastruktur investasi itu harus ditopang,” tegas Ade.

Meskipun, sambung Ade, dalam menerima investor, terutama asing, pemerintah republik ini harus lebih mendahulukan menggunakan tenaga kerja lokal dari pada buruh-buruh asing. “Tenaga kerja cina itu pasti kita tidak setuju. Cuma sampai hari ini kita belum dapat data yang bener. Jangan kita terkena oleh isu, opini, hasutan. Jika fakta benar pasti DPR akan luruskan hal itu. Itu tidak baik, pasti terjadi dampak pada pengangguran, bahkan kita datangkan tenaga kerja asing dan tidak ahli,” sambung Ade.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments