Revisi UU Larangan Mopoli Diyakini Ciptakan Pasar Sempurna

Eka Sastra

Eka Sastra (tengah).

ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Eka Sastra mengatakan bahwa revisi undang-undang (UU) Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat akan mampu menjadikan pasar dalam negeri menjauh lebih baik. “Revisi undang-undang anti monopoli terkait penatan demokrasi ekonomi di Indosia,” kata Eka di DPR RI, Selasa, (30/8).

Perekominan Indonesia selama ini, lanjut Eka, benar-benar membuktikan terjadinya pembiaran terhadap ekonomi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu semata. Tentunya kondisi seperti itu merugikan bagi masyarakat yang menjadi konsumen. “Pada model pasar persaingan tidak sehat, monopoli, konsumen tidak bisa ikut mengontrol terhadap harga. Mereka, bisa menyalahgunakan posisi dominan mereka ditengah market power yang dimilikinya untuk menetapkan harga,” lanjut Eka.

Ruang Iklan

Dampak dari kondisi pasar yang tidak sesuai harapan masyarakat itu, harga, khususnya kebutuhan-kebutuhan primer benar-benar tergantung keinginan produsen semata. “Hampir semua produk kita banyak barang yang harganya diluar harga kewajaran. Seperti harga beras, daging dan lainnya,” sambung Eka.

“Harga daging, gula, maupun beras itu termahal di Indonesia,” tegas Eka.

Eka juga menduga terciptanya pasar seperti saat ini tidak lepas dari peran dari kelompok-kelompok tertentu yang tidak peduli pada beban hidup rakyat republik ini. Mereka hanya memikirkan keuntungan semata. “Saya menenggarai adanya kartel, baik untuk pasar daging, gula maupun beras,” ujar Eka.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments