KAI Sesalkan KPK Tidak Cegah Penerimaan Suap Irman Gusman

Indra Sanun Lubis

Indra Sahnun Lubis (jas hitam).

PRESIDEN DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI), Indra Sahnun Lubis menyesalkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak mencegah terjadinya penerimaan suap terhadap diri Irman Gusman beberapa waktu lalu. “Yang saya sesalkan KPK seharusnya memberi ruang agar tindak pidana itu tidak terjadi,” kata Indra di DPR RI, Rabu, (21/9).

Padahal, lanjut Indra, KPK tidak hanya bertugas menegakkan hukum alias menangkap pelaku korupsi saja. Tugas utama lain dari KPK juga melakukan pencegahan terhadap korupsi itu sendiri. “Sementara KPK harusnya mencegah, sementara itu tidak dilakukan,” lanjut Indra.

“Sepertinya direncakan supaya terjadinya tindak pidana itu,” sambung Indra.

Ruang Iklan

Demikian pula teknis penegakkan hukum yang dilakukan oleh KPK terhadap Irman Gusman malam itu. Menurut Indra, seharusnya KPK memberi kesempatan Irman Gusman didampingi oleh penasehat hukum. “Ini terjadi tengah malam dia menangkap. Seharusnya yang sanksinya diatas lima tahun harus didampingi advokat. Ini kan tidak, malam itu juga diperiksa,” ujar Indra.

Apalagi, Indra mengatakan bahwa Irman Gusman belum melaksanakan “pesanan” dari pemberi suap. Sehingga menurut Indra, Irman Gusman belum bisa dikatakan melakukan tindak pidana korupsi.

“Mengapa KPK harus terburu-buru? Apapun alasannya si Irman Gusman tidak merealiasikan apa yang diinginkan oleh pemberi uang itu. Saya lihat belum ada tindak pidana di situ. Lain kalau sudah ada. Atau setengah dari keinginan orang yang inginkan kuota impor gula itu dilakukan. Saya lihat tidak ada tindak pidana yang dilakukan Irman Gusman,” ujar Indra Sahnun.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments