DPR RI Pertanyakan Dana Plastik Berbayar

herman-khaeron13

DR E Herman Khaeron.

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI, DR E Herman Khaeron mempertanyakan dana masyarakat yang dikumpulkan melalui pembayaran kantung plastik pada gerai-gerai swalayan. “Sampai sekarang berapa yang dicollect dari masing-masing gerai?” tanya Herman saat dihubungi, Selasa, (25/10).

Tidak hanya itu, Herman juga mempertanyakan kemana dana masyarakat yang telah terkumpul itu disalurkannya. Pertanyaan demi pertanyaan tersebut muncul lantaran sejak awal hingga saat ini tidak ada laporan secara rinci. “Dan dialokasikan kemana? Karena undang-udangnya untuk collecting dana masyarakat itu harus jelas dan transparan kemana penyalurannya,” lanjut Herman.

Bahkan, dalam kesempatan itu Herman menegaskan bahwa dana masyarakat yang terkumpul tersebut harus dipertanggungjawabkan. Sehingga, tidak bisa siapapun menarik dana dari masyarakat tanpa ada aturan  yang jelas, apalagi sesuka-hati. “Ini harus dipertanggungjawabkan,” tegas Herman.

Ruang Iklan

Herman menjelaskan bahwa penarikan dana masyarakat melalui plastik berbayar itu tidak dilakukan dengan dasar yang jelas dan baku. “Dasarnya kan dana untuk lingkungan, tapi seperti apa wujudnya? Selama belum ada mekanisme yang jelas jangan diteruskan. Kalau aturan sudah jelas, kemudian institusi yang mengatur masuk maupun keluarnya dana itu silahkan. Yang selama ini terjadikan juga harga produk yang dijual juga tidak mengalami penurunan, masih tetap,” ujar Herman.

“Tidak pernah ada laporan pasti kepada masyarakat sebagai objek pungutan plastik berbayar kan bisa menimbulkan kebijakan yang salah. Dari pada ini menjadi persoalan kemudian hari lebih baik disetop dulu,” tegas Herman.

Sayangnya saat dihubungi untuk konfirmasi, baik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya maupun Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar tidak menerima panggilan telepon seluler yang dilakukan.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments