Impor Cangkul, DPR RI Pertanyakan Logika Bisnis BUMN

Cangkul

Anak Petani Mengayun ‘Cangkul.

ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Ibnu Multazam mempertanyakan logika bisnis yang dipakai salah satu BUMN dalam mengimpor cangkul. Cangkul merupakan alat pertanian yang sudah sangat lama diproduksi oleh pengrajin lokal selama puluhan bahkan ratusan tahun lalu. “BUMN melakukan itu pertimbangan bisnisnya apa? Gak masuk akal,” kata Multazam saat dihubungi, Jumat, (28/10).

Prilaku salah satu BUMN yang melakukan impor tersebut, lanjut Multazam, jelas-jelas telah menghancurkan pasar cangkul produksi dalam negeri. Apalagi, konsumen cangkul di republik ini telah semakin berkurang seiring digunakannya traktor tangan oleh sebagian petani kita. “Perusahan cangkul dalam negeri antara mati dan hidup, kenapa tidak diberdayakan,” lanjut Multazam.

“Itu bodoh sekali. Yang impor itu kalau betul BUMN ya bodoh sekali. Dia tidak perduli pada pengrajin cangkul tanah air yang beterbaran itu. Itu kan alat tradisional bertani,” sambung Multazam.

Ruang Iklan

Dalam kesempatan itu Multazam berjanji tidak akan membiarkan jika Kementerian Pertanian mengalokasikan dana untuk membeli cangkul hasil impor tersebut. Menurutnya lebih baik uang APBN digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi rakyat bangsa ini sendiri. “Dari pada uangnya dibuang ke luar negeri itu kan bisa menggerakan ekonomi kerakyatan. Cangkul saja kok impor? Apa tidak tahu kalau petani bisa bikin, kalau beli di dalam negeri bisa menggerakan ekonomi rakyatan,” ujar Multazam.

“Sangat prihatin kita, walaupun cangkul itu teknooogi sangat ketinggalan, kok impor dari Cina. Bangsa kita petani yang sejak dulu pakai cangkul. Itu bisa diproduksi sendiri. Apa mau mematikan industri rakyat apa bagaimana. Membuat cangkul itu sudah melekat dengan tekonologi petani kita,” tegas Multzam.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments