Komputer Sumbangan Swasta bagi KPUD DKI Berpotensi Disusupi

roy-suryo

PAKAR IT, Roy Suryo menegaskan bahwa 400 komputer yang diterima KPUD DKI Jakarta dari suatu perusahaan swasta berpotensi disusupi kepentingan kelompok tertentu. Melalui ratusan komputer tersebut data hasil pemilu ataupun pilkada mendatang bisa dilipatgandakan untuk kepentingan tertentu. “Secara teknologi itu bisa disusupi,” kata Roy Suryo saat dihubungi, Selasa, (18/10).

Penyusupan kepentingan tersebut, lanjut Roy dapat terjadi melalui suatu program yang bisa dimasukkan pada masing-masing komputer. Melalui program yang disembunyikan tadi maka data yang dimasukkan akan digandakan jumlahnya.

“Melalui progam itu data yang ada menjadi terduplikasi. Kalau itu menyangkut jumlah pemilih pada pilkada mendatang, tentunya itu sangat berbahaya,” lanjut Roy.

Ruang Iklan

Hal seperti itu, sambung Roy, pernah terjadi pada pemilu di salah satu negara besar. Sehingga, penggunaan komputer sumbangan swasta tersebut harus segera dihentikan. “Di Amerika pun pernah terjadi, jadi orang mau pilih siapapun yang menang pasti Bush. Kita ketik apapun resultnya pasti Bush,” sambung Roy.

Penerimaan ratusan komputer oleh KPUD DKI Jakarta, ujar Roy, merupakan perbuatan yang salah. Apalagi, jika KPUD DKI Jakarta mengetahui bahwa komputer tersebut pemberian swaasta. “KPUD menerima bantuan itu salah, salah besar. KPUD itu harus steril,” ujar Roy.

Meski demikian, Roy mengaku apresiasi terhadap informasi yang menyebutkan bahwa KPUD DKI Jakarta akan mengembalikan ke 400 komputer tersebut. “Saya apresiasi KPUD DKI Jakarta karena terbuka dan mau mengembalikan yang sempat disebut dukungan 400 komputer dan kaitannya dengan pengembang,” kata Roy.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments