OSO: MPR RI Harus Belajar Dari Banyuwangi

oesman-sapta-odang22

PIMPINAN MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa lembaga yang menempatkan dirinya sebagai salah seorang pemimpin harus belajar dari keberhasilan Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya adalah tentang sistem penyimpangan arsip. “Yang paling penting ada contoh yang sangat menarik dari kabupaten ini yang saya ingin belajar, yaitu tentang sistem filling (penyimpanan arsip),” kata OSO di Banyuwangi, Jumat, (25/11).

Untuk mempelajari hal tersebut, lanjut OSO, dirinya mengaku tidak merasa malu sedikitpun. Hal tersebut disebabkan bahwa meniru sesuatu yang baik bukanlah perbuatan tercela apalagi merugikan. “Saya tidak malu untuk mempelajarinya. Saya meninjau salah satu desa, saya melihat bagaimana masyarakat di desa itu menggunakan sistem filing yang sangat baik, hanya hitungan satu menit saja langsung ketemu itu file-nya,” lanjut OSO.

Menurut OSO, cara yang diterapkan oleh desa tersebut sangatlah penting untuk diimplementasikan termasuk oleh lembaga pemerintahan, termasuk MPR RI. Tentunya dengan cara filling seperti itu akan menjadikan kinerja semakin efektif dan efisien. “Ini sangat penting, MPR harus meniru ini. Dan jangan malu untuk menirunya,” ujar OSO.

Ruang Iklan

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Azwar Anas mengakui bahwa pemerintahannya telah merapkan sistem filling pada satu desa sebagai percontohan. Dengan sistem yang diciptkan tersebut maka berbagai bentuk kerja-kerja adminstrasi dapat diselesaikan dalam waktu singkat. “Kami memang mempunyai program smart kampung,” kata Azwar di kantornya, Jumat, (25/11).

Menurutnya, sistem tersebut tidak lepas dari peran Informasi Teknologi (IT) yang telah diterapkannya selama ini. Dengan memanfaatkan IT tersebut, Azwar mengaku pihaknya semakin produktif dalam membangun ekonomi warganya. “Kami telah mampu merubah image yang dulunya klenik sekarang menggungakan IT,” kata Azwar lagi.

Melalui penggunaan IT itu pula, Azwar mengaku telah mampu lebih mempromosikan berbagai potensi, termasuk pariwisata, seluruh Indonesai dan mancanegara. Alhasil, saat ini telah terjadi peningkatan jumlah kunjungan ke Banyuwangi secara signifikan. “Kunjungan yang menggunakan pesawat terbang kini sudah jauh lebih besar jumlahnya dibanding sebelumnya,” ujar Azwar.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments