Terkait Isu Makar, Politisi Ini Sepakat dengan Menteri Pertahanan

didik-mukrianto

Didik Mukrianto.

SEKERTARIS Fraksi Partai Demokrat, DPR RI, Didik Mukrianto mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan pernyataan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu terkait isu makar yang disampaikan Polri beberapa waktu lalu. Menurut Didik, dirinya belum merasakan adanya indikasi perbuatan melawan hukum tersebut. “Saya setuju yang disampaikan Menhan belum merasakan ke arah sana (makar),” kata Didik di DPR RI, Rabu, (23/11).

Menurut Didik, jika Polri mempunyai data ataupun analisa yang menunjukkan potensi perbuatan melawan hukum tersebut, seharusnya tidak disampaikan secara terbuka kepada publik. Sebab, hal tersebut justeru dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi rakyat republik ini. “Jangan dimunculkan ke publik. Dicegah saja. Persepsi publik berubah menjadi kekhawatiran yang berlebihan. Itu malah muncul rasa tidak aman,” lanjut Didik.

Sebab, sambung Didik, Polri merupakan perangkat kerja pemerintah yang juga harus memberi dan menciptakan rasa aman serta nyaman bagi rakyat. “Polri juga harus mampu mencegah potensi menjadi ancaman. Sisi lain Polri juga harus menjalankan tugas pemerintah dalam memberi rasa aman. Polri juga tidak boleh menjadikan ada rasa yang diintimidasi,” sambung Didik.

Ditegaskan Didik, setiap informasi yang berbeda dari masyarakat harus mampu diterjemahkan aparat keamanan dalam berbagai sudut pandang. Tetapi tidak juga bisa dibenarkan jika perbedaan-perbedaan serta-merta dikaitkan dengan tindakan makar.

Ruang Iklan

“Jangan setiap informasi yang berbeda disimpulkan yang terkait makar. Perlu memetakan dengan betul sehingga masyarakt tetap tenang,” tegas Didik.

Didik tidak lupa mengatakan bahwa pihaknya melalui komisi III DPR RI akan mempertanyakan pernyataan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian terkait dugaan potensi makar beberapa waktu lalu. “Sebagai fungsi pengawasan komisi III bagian yang akan dipertanyakan dalam raker dengan kapolri,” ujar Didik.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar adanya potensi makar yang akan dilakukan oleh warga negara republik ini. “Siapa yang makar? Yang makar itu siapa? Saya tidak dengar itu ya, intelijen saya tidak dengan itu,” kata Ryamizard di kantornya, Selasa, (22/11).

Menurut Ryamizard, sepanjang usia republik ini tidak pernah terjadi kegiatan makar oleh rakyat kepada negara. Meski demikian Ryamizard menegaskan bahwa perbuatan makar pasti akan berhadapan dengan hukum republik ini. “Jika itu (makar) memang terjadi, tindak tegas. Kementerian Petahanan siap berhadapan dengan makar-makar itu. Siapa pun,” tegas Ryamizard.

“Kita kalau ngomong yang pasti benar, jangan sampai yang kata orang, fitnah nanti kan,” katanya. {007}

Ruang Iklan

Comments

comments