Dampak Pilkada Ancam Kebhinekaan

Syaifullah Tamliha13

Syaifullah Tamliha (kanan).

ANGGOTA MPR RI, Syaifullah Tamliha mengatakan bahwa dampak yang muncul dari mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini telah berujung pada ancaman bagi Kebhinekaan. “Yang paling berbahaya saat ini menurut saya adalah berbahayanya Kebhinekaan kita hanya karena pilkada. Saya harap ini bahan kajian pansus wawasan nusantara,” kata Tamliha di DPR RI, Selasa, (30/5).

Tamliha mencontohkan apa yang terjadi di DKI Jakarta saat Pilkada beberapa waktu yang lalu. Seperti diketahui, saat warga Jakarta memilih pemimpinnya, perpecahan antar pendukung sangat terang terlihat oleh mata manusia. “Pilkada yang terasa terkoyak-koyak bagi bangsa ini adalah Pilkada DKI Jakarta. Hampir tidak ada lagi saling menghormati,” lanjut Tamliha.

Ruang Iklan

Persoalan utama dari perpecahan tersebut, sambung Tamliha, adalah cara pemilihan yang telah menjadikan pemilik modal sebagai porosnya. “Yang paling dikawatirkan saat ini pilpres, pilkada yang secara langsung. Itu menurut saya perlu dikaji kembali. Saya lihat hasil dari pilpres, pilkada langsung itu hanya memainkan dua peran saja. Pertama adanya kapital besar. Mereka yang berduit itu yang bisa menang, ini rahasia umum,” sambung Tamliha.

Setelah menang, jelas Tamliha, sang kepala daerah akan sesuka hati menempuh berbagai cara untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan untuk meraih kursi kekuasaanya. “Setelah dia jadi tentu memiikir mengembalikan modal. Kalimantan hampir habis sudah batubaranya dikeruk habis-habisan,” jelas Tamliha.   {007}.

Ruang Iklan

Comments

comments